PALEMBANG – Upaya mewujudkan kesetaraan bagi penyandang disabilitas terus diperkuat Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Ketua Tim Penggerak PKK Sumsel Feby Herman Deru bersama Duta Literasi Sumsel Ratu Teny Leriva secara resmi meluncurkan Pekan Literasi Bahasa Isyarat di Dinas Perpustakaan Provinsi Sumsel, Kamis (15/1/2026).
Peluncuran program ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov Sumsel dalam membangun ekosistem literasi yang inklusif sekaligus memperluas akses komunikasi bagi penyandang disabilitas, khususnya komunitas Tuli. Kegiatan Pekan Literasi Bahasa Isyarat dijadwalkan berlangsung pada 15–23 Januari 2026.
Dalam sambutannya, Ratu Teny Leriva menekankan pentingnya aksesibilitas bahasa isyarat di ruang-ruang pelayanan publik. Ia berharap semakin banyak aparatur dan petugas layanan yang memiliki kemampuan dasar berbahasa isyarat sehingga penyandang disabilitas dapat memperoleh layanan setara.
“Kami ingin layanan publik ke depan lebih ramah disabilitas, terutama bagi teman-teman Tuli. Kesetaraan harus diwujudkan, karena saat ini fasilitas dan peluang karier bagi penyandang disabilitas masih terbatas,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang telah memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk berkiprah sebagai aparatur sipil negara. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam memperluas kesempatan yang setara.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumsel Fitriana melaporkan bahwa minat masyarakat terhadap literasi bahasa isyarat menunjukkan tren positif. Hal ini terlihat dari tingginya partisipasi warga dalam kelas-kelas bahasa isyarat yang sebelumnya telah diselenggarakan.
Acara peluncuran Pekan Literasi Bahasa Isyarat ini turut dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan Sumsel Desi Edward Candra, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.