Gubernur Herman Deru Dorong Pemuda Jadi Pagar Ekonomi Sumatera Selatan Melalui Hilirisasi

Penulis: Redaksi  •  Jumat, 01 Mei 2026 | 03:01:03 WIB
https://www.katanda.id/2026/04/30/herman-deru-ajak-pemuda-jadi-pagar-ekonomi-di-forbisda-2026/

PALEMBANG - Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, mengajak generasi muda untuk mengambil peran strategis sebagai penggerak utama ekonomi daerah guna mencegah eksploitasi sumber daya alam oleh pihak asing. Dalam Forum Bisnis Daerah (Forbisda) 2026, ia menekankan pentingnya penguasaan teknologi dan hilirisasi agar nilai tambah seluruh produk unggulan tetap berada di tangan masyarakat lokal.

Hilirisasi sebagai Benteng Pertahanan Ekonomi Daerah

Dalam arahannya di hadapan ratusan pengusaha muda yang tergabung dalam BPD HIPMI Sumsel, Herman Deru mengingatkan kembali sejarah panjang bangsa yang pernah dijajah karena kekayaan alamnya. Ia menegaskan bahwa pola lama di mana pihak asing hanya mengeruk bahan mentah sementara warga lokal hanya menjadi penonton harus segera diakhiri melalui penguatan kualitas sumber daya manusia.

“Mereka ambil dan bawa, sementara kita hanya menjadi pekerja dan penonton. Hari ini kita menolak untuk diinvasi negara lain. SDM kita tidak kalah dengan negara mana pun di dunia,” tegas Herman Deru. Ia menilai bahwa kemandirian ekonomi hanya bisa dicapai jika pemuda mampu menjadi penyaring atau "pagar" yang menjaga agar produk-produk mentah tidak langsung keluar tanpa proses pengolahan di dalam negeri.

Salah satu langkah konkret yang terus didorong oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan adalah hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME). Proyek yang berpusat di Tanjung Enim ini diproyeksikan menjadi solusi pemenuhan kebutuhan LPG di Sumsel. Menurut gubernur, keberhasilan hilirisasi sangat bergantung pada kepercayaan pasar terhadap produk lokal yang dihasilkan oleh tangan-tangan kreatif pemuda daerah.

Tantangan Digital dan Penciptaan Lapangan Kerja di Desa

Selain fokus pada komoditas besar, Herman Deru juga menantang para pengusaha muda untuk jeli melihat peluang di era digital yang kini nyaris tanpa batasan. Ia mendorong para peserta Forbisda 2026 untuk tidak hanya berfokus pada bisnis di perkotaan, tetapi juga berani menyentuh potensi ekonomi yang tersebar di pelosok desa di seluruh wilayah Sumatera Selatan.

“Kalianlah yang menjadi penggerak dan motivator. Mudah-mudahan kalian bisa terus bergeliat dan menciptakan lapangan kerja,” ujarnya. Menurutnya, keberanian untuk memulai usaha dan menciptakan inovasi baru merupakan modal utama bagi pemuda Sumsel untuk menjadi "Sultan Muda" yang mampu berkontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Gubernur menekankan bahwa bonus demografi yang akan dihadapi Indonesia pada tahun 2045 harus dijemput dengan kesiapan mental wirausaha. Tanpa adanya keberanian untuk menciptakan peluang usaha sendiri, potensi ledakan usia produktif justru bisa menjadi beban bagi daerah. Oleh karena itu, ia mengapresiasi peran HIPMI yang terus konsisten melahirkan kader-kader pengusaha di Sumatera Selatan.

Strategi HIPMI Sumsel Tingkatkan Nilai Tambah Kopi dan Sawit

Ketua Umum BPD HIPMI Sumsel, Puri Andamas, menyambut baik arahan gubernur dan menegaskan bahwa Forbisda 2026 dirancang sebagai wadah strategis untuk memetakan potensi daerah. HIPMI berkomitmen untuk tidak sekadar menjalankan kegiatan seremonial, melainkan menyusun langkah nyata dalam memajukan komoditas unggulan seperti kopi dan kelapa sawit yang menjadi tulang punggung ekonomi Sumsel.

“Beberapa waktu lalu, Sumsel telah mengekspor kopi beserta turunannya. Hari ini, melalui Forbisda 2026, kami mengatur langkah strategis untuk memajukan potensi daerah seperti kopi dan sawit, sekaligus mendukung perputaran ekonomi lokal,” jelas Puri. Ia menambahkan bahwa peningkatan nilai tambah komoditas menjadi prioritas utama organisasi dalam beberapa tahun ke depan.

Sebagai bentuk komitmen terhadap gerakan hilirisasi, HIPMI Sumsel juga menyelenggarakan kompetisi menyeduh kopi (brewing competition) dan meluncurkan merek dagang "Kopi Sriwijaya". Kehadiran merek ini diharapkan mampu mengangkat citra kopi asal Sumatera Selatan di kancah nasional maupun internasional, sekaligus menjadi bukti bahwa pemuda daerah mampu mengelola produk dari hulu hingga ke hilir secara profesional.

Reporter: Redaksi
Back to top