Herman Deru Dorong Inklusivitas Lewat Kejurda SOIna Sumatera Selatan Tahun 2026

Penulis: Redaksi  •  Jumat, 01 Mei 2026 | 13:34:18 WIB
Gubernur Herman Deru membuka Kejurda SOIna Sumatera Selatan 2026 di Aula SLB Negeri Pembina Palembang.

PALEMBANG - Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, secara resmi membuka gelaran Kejuaraan Daerah Special Olympics Indonesia (SOIna) Sumatera Selatan Tahun 2026. Acara pembukaan yang berlangsung di Aula SLB Negeri Pembina Palembang pada Kamis (30/4/2026) tersebut menjadi momentum penting dalam memberikan panggung bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk berprestasi.

Kegiatan ini dirancang bukan sekadar sebagai kompetisi olahraga, melainkan juga ajang bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan luar biasa mereka. Melalui suasana kompetitif yang inklusif, pemerintah daerah berupaya mempererat rasa kebersamaan di antara anak-anak istimewa di seluruh wilayah Sumatera Selatan.

Ruang Ekspresi dan Kesetaraan Pendidikan

Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru menekankan bahwa pelaksanaan Kejurda SOIna merupakan bentuk nyata dari pemenuhan hak pendidikan dan pelayanan yang setara. Ia mengapresiasi langkah panitia yang telah memfasilitasi ruang bagi anak-anak tersebut untuk berkompetisi di tingkat provinsi.

“Hari ini sesuatu yang tampak sederhana, namun memiliki makna istimewa. Panitia telah menyediakan ruang bagi anak-anak istimewa untuk mengikuti olimpiade. Ini adalah wujud pelayanan yang sama dalam dunia pendidikan,” ujar Herman Deru di hadapan para tamu undangan dan peserta.

Lebih lanjut, ia berharap agar kegiatan ini mampu membangun kepercayaan diri para peserta. Menurutnya, keberanian untuk bergaul, mengungkapkan pendapat, serta menunjukkan keterampilan adalah fondasi penting bagi perkembangan mental anak-anak berkebutuhan khusus. Baginya, esensi dari ajang ini melampaui sekadar perebutan medali.

“Ini bukan soal menjadi juara, tetapi menjadi ajang silaturahmi agar mereka tidak merasa sendiri. Mereka adalah bagian dari kita, memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkompetisi,” tambahnya menekankan pentingnya dukungan sosial bagi para atlet SOIna.

Partisipasi Luas dan Cabang Olahraga

Ketua SOIna Sumatera Selatan yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Mondyaboni, melaporkan bahwa antusiasme peserta pada tahun ini cukup tinggi. Berdasarkan data panitia, kejuaraan ini diikuti oleh sekitar 200 peserta yang berasal dari 41 Sekolah Luar Biasa (SLB) yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota se-Sumatera Selatan.

Cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Kejurda kali ini cukup beragam, mencakup disiplin olahraga yang disesuaikan dengan kebutuhan atlet. Beberapa di antaranya adalah bocce, atletik yang terdiri dari nomor lari dan lompat jauh, serta bulutangkis. Keragaman cabang ini diharapkan dapat menjaring bibit atlet potensial dari berbagai daerah.

Tidak hanya terbatas pada bidang olahraga, panitia juga menyelenggarakan berbagai lomba seni untuk mewadahi kreativitas non-fisik para peserta. Lomba seni tersebut meliputi kompetisi menyanyi, pembacaan puisi, hingga seni tari. Hal ini dilakukan agar setiap anak memiliki kesempatan untuk bersinar sesuai dengan minat dan bakat yang mereka miliki.

Visi Inklusivitas dan Peluang Kerja

Terkait dengan visi Indonesia Emas, Herman Deru menyatakan optimismenya bahwa anak-anak istimewa di Sumatera Selatan mampu bersaing di masa depan. Syarat utamanya adalah konsistensi dukungan dari pemerintah dan seluruh elemen masyarakat agar mereka mendapatkan kesempatan yang adil dalam berbagai aspek kehidupan.

“Kita harus terus mendorong mereka, jangan sampai menjadi korban dari ketidakpedulian. Pemerintah akan hadir memberikan dukungan,” tegas Gubernur. Salah satu bentuk dukungan konkret yang diusulkan adalah mendorong sektor swasta dan perusahaan untuk memberikan kuota atau persentase khusus dalam rekrutmen tenaga kerja bagi penyandang disabilitas.

Selain akses pekerjaan, Herman Deru juga memberikan perhatian pada aksesibilitas informasi. Ia mengusulkan agar ke depan, setiap rapat paripurna di lingkungan pemerintahan dilengkapi dengan fasilitas bahasa isyarat. Langkah ini dinilai krusial untuk menciptakan lingkungan yang benar-benar inklusif dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Melalui penyelenggaraan Kejurda SOIna 2026 ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berharap dapat terus memupuk semangat juang anak-anak istimewa. Keberhasilan acara ini diharapkan menjadi pemantik bagi program-program inklusif lainnya yang lebih luas di masa mendatang, guna memastikan tidak ada satu pun warga negara yang tertinggal dalam pembangunan.

Reporter: Redaksi
Back to top