Palembang — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memperkuat peran masyarakat dalam pengelolaan pendidikan melalui pelantikan resmi pengurus Forum Komite Sekolah Provinsi. Acara tersebut diselenggarakan di Auditorium Graha Bina Praja dan dihadiri langsung oleh Gubernur Herman Deru, Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Mondyaboni, dan jajaran pejabat dinas pendidikan provinsi.
Dalam masa bakti tiga tahun ke depan, Herman Deru menargetkan forum ini telah terbentuk di semua 17 kabupaten dan kota di Sumatera Selatan. Target ini penting untuk memastikan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan pendidikan mencapai seluruh lapisan wilayah, dari daerah perkotaan hingga pelosok.
Gubernur Herman Deru menekankan posisi strategis Forum Komite Sekolah sebagai wadah koordinasi dan advokasi kepentingan pendidikan. "Forum ini harus mampu menjadi penghubung yang efektif antara masyarakat dan pemerintah, khususnya dalam menyuarakan kebutuhan dan persoalan pendidikan," ujar Herman Deru dalam sambutannya.
Kehadiran forum di tingkat provinsi dan kecamatan dianggap krusial untuk mengidentifikasi tantangan pendidikan lebih cepat — mulai dari masalah infrastruktur sekolah, kompetensi tenaga pengajar, hingga kesiapan akademis peserta didik. Dengan struktur yang komprehensif, berbagai persoalan dapat ditangani secara kolaboratif antara masyarakat, sekolah, dan pemerintah daerah.
Tujuan utama pembentukan forum ini adalah mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya melalui penguatan sektor pendidikan. Herman Deru menekankan pentingnya soliditas organisasi, baik secara internal maupun eksternal, dengan kepercayaan orang tua dan masyarakat sebagai fondasi utama.
"Ini organisasi besar karena menaungi berbagai jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA hingga SLB di seluruh daerah," jelas Gubernur. Ruang lingkup yang luas ini mengharuskan forum menjalankan fungsi koordinasi yang solid agar suara masyarakat sampai ke tingkat pengambilan keputusan kebijakan pendidikan.
Gubernur mengakui bahwa saat ini forum belum mendapatkan dukungan anggaran hibah dari pemerintah provinsi, mengingat usia organisasi yang masih di bawah tiga tahun. Namun, ia meminta Dinas Pendidikan menyediakan dukungan awal dalam bentuk sederhana seperti sekretariat kerja dan koordinasi administratif.
Herman Deru juga membuka peluang dukungan lebih substansial apabila forum menunjukkan kinerja nyata. "Tidak menutup kemungkinan akan ada fasilitas kendaraan operasional atau dukungan lainnya jika kinerja forum terbukti baik," katanya. Gubernur bahkan berharap Forum Komite Sekolah Sumatera Selatan menjadi model atau role model di tingkat nasional dalam mengelola partisipasi masyarakat di bidang pendidikan.
Ketua Umum Forum Komite Sekolah Provinsi Sumatera Selatan, Suparman Romans, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah provinsi. Ia memandang forum memiliki peran strategis sebagai wadah koordinasi komite sekolah tingkat provinsi dan mitra pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
"Forum ini diharapkan menjadi pilar ketiga dalam mendukung Dinas Pendidikan, khususnya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan siswa," ujar Suparman Romans. Ia mengajak seluruh pengurus memanfaatkan momentum pelantikan untuk memberikan kontribusi konkret, dengan menekankan pentingnya sinergi antaranggota dan kerja sama dengan pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan pendidikan.
Pelantikan ini menandai langkah awal pembangunan ekosistem pendidikan yang lebih inklusif dan partisipatif di Sumatera Selatan. Dengan keterlibatan aktif komite sekolah dari berbagai level, pemerintah berharap kualitas pendidikan daerah dapat terus meningkat dan mampu bersaing dengan standar nasional. Forum diharapkan menjadi saluran efektif bagi masyarakat untuk ikut serta dalam perencanaan, monitoring, dan evaluasi program pendidikan di daerahnya masing-masing.