MUSI RAWAS — Serangan beruang terhadap petani terjadi di Dusun I, Desa Ciptodadi, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, pada Minggu (17/5/2026) siang. Korban, Junaidi (47), terluka di bagian wajah dan tangan setelah diduga diserang hewan liar tersebut saat tengah beraktivitas di kebun miliknya.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Junaidi disebut sedang bekerja sendirian di area perkebunan ketika seekor beruang tiba-tiba muncul dan langsung menyerangnya. Belum diketahui secara pasti apa yang memicu hewan tersebut keluar dari habitatnya dan menyerang manusia.
Beruntung, teriakan korban terdengar oleh petani lain yang berada tidak jauh dari lokasi. Mereka segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi Junaidi dari lokasi kejadian. Warga kemudian membawanya ke puskesmas terdekat sebelum akhirnya dirujuk ke RS Sobirin Muara Beliti untuk penanganan medis lebih lanjut.
Kapolres Musi Rawas, AKBP Agung Adhitya Prananta, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia memastikan korban saat ini telah mendapatkan penanganan medis dan dalam kondisi stabil. “Korban saat ini sudah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit,” ujarnya, Senin (18/5/2026).
Pihak kepolisian langsung mengimbau warga yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan dan perkebunan untuk meningkatkan kewaspadaan. Kapolres menekankan agar petani tidak bekerja sendirian. “Saat pergi ke kebun, usahakan tidak sendirian. Sebisa mungkin berkelompok dan hindari beraktivitas terlalu pagi atau hingga larut malam saat kondisi masih gelap,” katanya.
Kapolres juga meminta warga untuk tidak mendekati atau memprovokasi satwa liar yang terlihat di sekitar permukiman atau area perkebunan. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mencoba menangkap atau memburu hewan tersebut seorang diri.
“Jangan mencoba mendekati, memprovokasi, apalagi memburunya sendirian. Segera laporkan kepada aparat desa, Bhabinkamtibmas, atau pihak berwenang seperti BKSDA agar dapat dilakukan penanganan yang tepat dan aman,” jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai keberadaan beruang tersebut di sekitar permukiman warga. Pihak berwenang masih melakukan pemantauan dan koordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat untuk mengantisipasi potensi serangan susulan.