SUMATERA SELATAN — Setelah nyaris terdegradasi dan hanya selamat berkat kemenangan dramatis 1-0 atas Everton di hari terakhir musim 2025-26, tekanan dari suporter mencapai puncaknya. Protes terhadap pemilik mayoritas ENIC semakin sering terdengar. Namun, alih-alih hengkang, Keluarga Lewis justru memilih untuk bertahan dan turun tangan langsung.
"Kami tidak akan menjual klub ini. Kami berkomitmen penuh," demikian bunyi pernyataan resmi keluarga tersebut. Mereka menegaskan bahwa fokus saat ini adalah pembangunan kembali jangka panjang, bukan mencari pembeli.
Pernyataan itu sekaligus menjadi tamparan bagi spekulasi yang beredar. Keluarga Lewis berjanji akan mengucurkan dana segar tidak hanya untuk tim utama, tetapi juga akademi dan infrastruktur klub. "Ini akan membutuhkan investasi – pada tim kami, akademi, fungsi-fungsi di belakang layar – dan kami sepenuhnya berkomitmen untuk ini," tulis mereka.
Perubahan paling mencolok terjadi di pucuk pimpinan. Daniel Levy, yang telah menjadi ketua klub selama hampir 25 tahun, diminta mundur pada September lalu. Langkah ini merupakan hasil dari tinjauan internal mendalam yang diminta langsung oleh Keluarga Lewis.
Keluarga Lewis mengakui bahwa masalah di klub ternyata "lebih dalam dari yang kami sadari" dan telah dibiarkan berkembang selama bertahun-tahun. "Pendekatan kami adalah mempercayai para ahli. Tapi ternyata, hal itu telah mengikis kepercayaan. Kami memikul tanggung jawab penuh," tambah mereka dalam pernyataan yang dirilis Goal.com.
Proses pemulihan tidak berhenti di level direksi. Klub mulai memperkuat jajaran staf teknis dengan merekrut Direktur Kinerja Dan Lewindon dan Direktur Operasional Sepak Bola baru, Rafi Moersen, yang digaet dari City Football Group. Langkah ini diambil untuk membenahi departemen sepak bola yang dinilai 'rusak' dan kewalahan menghadapi krisis cedera pemain.
CEO Vinai Venkatesham, meski menuai kritik di tahun pertamanya, tetap mendapat dukungan penuh dari pemilik. "Kami tahu bahwa tindakan akan berbicara lebih keras daripada kata-kata," tutup keluarga Lewis, memberikan janji transparansi di tengah proses pembangunan kembali yang mereka akui "sangat mendalam" dan membutuhkan waktu.