Jalur Pendakian Gunung Dempo di Pagaralam Kembali Dibuka Usaha Tingkatkan Kunjungan Jelang HUT ke-25 Kota

Penulis: Burhanuddin Yahya  •  Sabtu, 06 Juni 2026 | 15:32:01 WIB
Jalur pendakian Gunung Dempo di Pagaralam resmi dibuka kembali menjelang HUT ke-25 Kota.

Keputusan membuka kembali jalur pendakian tidak diambil tanpa koordinasi. Sekretaris Brigade Desta Ndruru mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Wakil Wali Kota Pagaralam yang meminta agar akses pendakian segera dibuka.

"Kami telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, dan Wakil Wali Kota Pagaralam meminta agar jalur pendakian segera dibuka. Hal ini mempertimbangkan laporan PVMBG yang menunjukkan adanya penurunan aktivitas erupsi Gunung Dempo sejak periode 1 April hingga 15 Mei 2026," ujar Desta di Pagaralam, Jumat.

Target Wisatawan Jelang HUT Kota dan HUT RI

Gunung Dempo merupakan destinasi wisata unggulan yang diandalkan Kota Pagaralam. Brigade memproyeksikan pembukaan jalur ini akan menyedot banyak wisatawan, terutama menjelang HUT ke-25 Kota Pagaralam pada Juni 2026 dan peringatan HUT Republik Indonesia tiga bulan ke depan.

Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 7.367 orang telah mendaki Gunung Dempo. Angka ini menjadi salah satu indikator besarnya potensi wisata yang dimiliki gunung berapi tersebut.

Imbauan untuk Para Pendaki: Jaga Kesehatan dan Jangan Turun ke Kawah

Meski jalur pendakian telah dibuka, Brigade tetap mengeluarkan sejumlah imbauan ketat bagi para pendaki. Mereka diminta untuk menjaga kesehatan, tidak membuang sampah sembarangan, dan tidak mengganggu perangkat CCTV yang terpasang di kawasan kawah.

"Tetap sehat, kami terus memberikan pengarahan kepada pendaki untuk tidak turun ke kawah, dan tidak mengganggu CCTV di kawah," ujar Desta Ndruru menegaskan.

Larangan turun ke kawah menjadi perhatian utama mengingat potensi bahaya gas vulkanik dan kondisi medan yang tidak stabil di area puncak. Brigade juga mengingatkan para pendaki untuk selalu menjaga kearifan lokal selama berada di kawasan gunung.

Reporter: Burhanuddin Yahya
Sumber: sumsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top