IHSG Anjlok 4,2% ke 5.595, Ciptadana Rekomendasikan Buy on Weakness BTPS, BUKA, HEAL, dan TPIA

Penulis: Hendra Mukhtar  •  Senin, 08 Juni 2026 | 10:57:31 WIB
IHSG anjlok 4,2% ke level 5.595 pada perdagangan akhir pekan lalu.

SUMATERA SELATAN — Laju IHSG pada perdagangan akhir pekan lalu menjadi yang terburuk dalam beberapa waktu terakhir. Seluruh sektor terkoreksi, dengan sektor Transportasi & Logistik menjadi yang paling terpukul (-5,97%), disusul Energy (-5,73%) dan Industrials (-5,72%). Saham-saham berkapitalisasi besar seperti BBCA (-6,45%), BREN (-10,25%), dan TLKM (-4,83%) menjadi pemberat utama indeks.

Analis teknikal Ciptadana Sekuritas Asia melihat indeks masih rawan lanjut melemah. “IHSG telah breakdown di bawah sejumlah level support kunci dan masih diperdagangkan jauh di bawah MA55,” tulis riset tersebut. Support terdekat berada di 5.381, sementara resistance di 5.733. Setiap rebound masih harus dipandang sebagai koreksi dalam downtrend yang sedang berlangsung selama indeks belum mampu menembus zona resistance 6.900–7.000.

BTPS dan BUKA: Menguji Support Kritis

Saham Bank BTPN Syariah (BTPS) ditutup di Rp855, turun 2,84%. Harga sudah breakdown dari support sebelumnya di Rp945 dan kini menguji area Rp855–805. Ciptadana merekomendasikan akumulasi beli di Rp800, dengan stop loss di Rp770 dan target ambil untung Rp875. Momentum stochastic yang mendekati zona oversold membuka peluang rebound teknikal jangka pendek.

Kondisi lebih berat dialami Bukalapak (BUKA) yang ambles 5,98% ke Rp110. Saham ini gagal bertahan di atas level Rp151 dan Rp120, dan kini menguji support mayor di Rp107. Rekomendasi buy on weakness diberikan di Rp107, dengan stop loss ketat di Rp97 dan target Rp116.

HEAL dan TPIA: Peluang Rebound di Tengah Tekanan Jual

PT Medikaloka Hermina (HEAL) turun 1,23% ke Rp800. Saham rumah sakit ini tengah berkonsolidasi lemah di kisaran Rp765–800 setelah breakdown tajam dari Rp920. Ciptadana melihat potensi rebound jika HEAL mampu bertahan di atas Rp765. Rekomendasi beli di Rp765, stop loss Rp700, target Rp845.

Sementara itu, PT Chandra Asri Pacific (TPIA) turun 5,09% ke Rp1.305. Saham petrokimia ini telah jatuh jauh dari area Rp3.920–5.000 dan kini berada di level terendah. Meski tren masih bearish, stochastic yang sudah sangat oversold mengindikasikan tekanan jual mulai mereda. Ciptadana merekomendasikan akumulasi di Rp1.205, dengan stop loss Rp1.100 dan target ambil untung Rp1.375.

Di pasar valuta asing, rupiah menguat tipis 13 poin ke Rp18.020 per dolar AS. Namun, tekanan jual asing yang masih deras di pasar saham menjadi sinyal bahwa investor asing masih belum percaya diri masuk ke pasar Indonesia. Investor disarankan mencermati level support IHSG di 5.381 sebagai batas psikologis berikutnya.

Reporter: Hendra Mukhtar
Sumber: bareksa.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top