MUSI RAWAS — Angka tersebut dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) dalam publikasi IKK Provinsi dan Kabupaten/Kota 2025. Semakin tinggi poin IKK, semakin mahal harga konstruksi di wilayah itu dibandingkan kota acuan, yakni Surabaya.
Dengan IKK 92,86 poin, artinya harga konstruksi di Musi Rawas setara dengan 0,929 kali lipat harga di Surabaya. Kenaikan ini juga terjadi dalam lima tahun terakhir, di mana IKK Musi Rawas bertambah 1,01 poin.
Meski naik, IKK Musi Rawas masih berada di urutan terendah ke-9 dari 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan. Artinya, kemahalan konstruksi di daerah ini masih tergolong menengah ke bawah dibandingkan wilayah lain di provinsi tersebut.
IKK tertinggi di Sumatera Selatan justru dipegang oleh Kabupaten Muara Enim dengan skor 96,14 poin. Disusul Musi Banyuasin (94,16 poin) dan Banyuasin (93,55 poin). Sementara itu, Kabupaten Lahat menjadi daerah dengan IKK terendah, yakni 85,13 poin.
Lima daerah dengan IKK tertinggi:
Lima daerah dengan IKK terendah:
Kenaikan IKK menjadi sinyal bagi pemerintah daerah dan kontraktor untuk mengkaji ulang anggaran proyek infrastruktur. Setiap poin kenaikan IKK berbanding lurus dengan biaya material dan upah pekerja di lapangan.
Data BPS ini menjadi acuan penting dalam perencanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), khususnya untuk proyek fisik seperti jalan, jembatan, dan gedung pemerintahan. Semakin tinggi IKK, semakin besar dana yang harus dialokasikan untuk proyek serupa.