JAKARTA — Di tempat yang kerap diidentikkan dengan masalah polusi dan sampah, Elizabeth Tunggadewi justru melihat Sungai Ciliwung sebagai panggung yang pas. Remaja yang akrab disapa Dewi itu memperkenalkan lima lagu dalam mini album Langkah Kaki Dewi di kawasan Pejaten, Minggu (7/5/2026).
“Selain lagu pop biasa, menurut aku penting juga kita dengerin lagu bertema lingkungan. Aku pengin banget Gen Z kayak aku tuh bisa dengerin lagu seperti ini,” ujar Dewi saat ditemui di lokasi.
Mini album tersebut berisi lima lagu: Rumah Belajar Ciliwung Ceria, Langkah Kakiku, Cerita Bumi Pertiwi, Yuk Pilah Sampah, dan Teman Tapi ?????. Dengan aransemen pop-jazz, lagu utama Langkah Kakiku bercerita tentang perjalanan pribadi Dewi menikmati alam dan sungai.
“Lagu itu bercerita tentang perjalanan aku menjelajahi alam dan sungai sambil menikmati indahnya alam,” katanya.
Ketertarikan Dewi pada isu lingkungan tidak muncul tiba-tiba. Ia mengaku awalnya hanya iseng mengikuti wisata air di sungai. Kegiatan itu kemudian mendorongnya untuk bergabung dengan sejumlah komunitas, hingga akhirnya mendirikan Rumah Belajar Ciliwung Ceria.
“Awalnya iseng ikut wisata air di sungai, dari situ ketertarikanku makin kuat. Aku mulai tuh eksplorasi komunitas, sampai akhirnya bikin sendiri Rumah Belajar Ciliwung Ceria,” tuturnya.
Peluncuran album ini sengaja dipilih berdekatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Dewi berharap teman-teman sebayanya bisa perlahan membangun kesadaran menjaga alam.
“Terus pelan-pelan bangun kesadaran buat selalu menjaga alam. Jangan melulu soal cinta-cintaan terus, alam kita juga butuh disuarakan,” sambungnya.
Mini album Langkah Kaki Dewi kini sudah bisa didengarkan di berbagai platform musik digital. Dewi mengaku langkah kecil ini ingin terus berlanjut, dan ia berkomitmen menyuarakan hal-hal baik lewat karya musiknya.