BPS Lahat Mulai Data Sensus Ekonomi 2026 Secara Door to Door, Wabup Jadi Responden Pertama

Penulis: Nopriansyah Putra  •  Rabu, 17 Juni 2026 | 13:40:31 WIB
Wakil Bupati Lahat menjadi responden pertama dalam pendataan Sensus Ekonomi 2026 secara door to door.

LAHAT — Rumah Dinas Wakil Bupati Lahat menjadi titik awal pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Lahat. Petugas BPS mendatangi langsung kediaman Widia Ningsih, Senin malam, untuk memulai proses pendataan dari rumah ke rumah.

Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, memberikan jawaban secara lengkap dan terbuka kepada petugas. Ia menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan sensus yang menjadi dasar pemetaan potensi ekonomi daerah.

Mengapa Partisipasi Pelaku Usaha Penting?

Widia Ningsih menekankan bahwa keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat, khususnya para pelaku usaha di Kabupaten Lahat. Data yang terkumpul akan menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

"Sensus Ekonomi 2026 ini sangat penting karena menjadi dasar dalam melihat potensi dan struktur perekonomian daerah. Data yang dihasilkan akan menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran," imbau Widia Ningsih.

Ia mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk menerima petugas BPS dengan baik serta memberikan jawaban yang jujur dan sesuai kondisi sebenarnya. Menurutnya, ketertiban semua elemen, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat umum, sangat dibutuhkan untuk menyukseskan SE-2026.

Petugas BPS Dilengkapi Identitas Resmi

Kepala BPS Kabupaten Lahat, Dedi Fahlevi, menjelaskan bahwa pendataan lengkap SE-2026 bertujuan memperoleh gambaran utuh mengenai kondisi dan karakteristik kegiatan ekonomi di Indonesia, termasuk di Lahat. Seluruh aktivitas usaha akan dicatat sehingga pemerintah memiliki basis data yang kuat.

"BPS akan mencatat seluruh aktivitas usaha yang ada, sehingga Pemerintah memiliki basis data yang kuat dalam merumuskan kebijakan," ujar Dedi Fahlevi.

Ia memastikan petugas yang turun ke lapangan adalah petugas resmi dan profesional yang dilengkapi identitas. Masyarakat tidak perlu ragu saat kedatangan petugas. Penggunaan teknologi dalam pendataan memungkinkan proses pengumpulan data menjadi cepat, akurat, dan efisien, meskipun kualitas data tetap ditentukan oleh keterbukaan responden.

"Dukungan dari semua pihak diharapkan dapat menghasilkan data yang berkualitas, mutakhir, dan terpercaya sebagai dasar pembangunan Ekonomi Lahat lebih maju," pungkas Dedi Fahlevi.

Reporter: Nopriansyah Putra
Sumber: suarasumsel.net This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top