PALEMBANG — Penurunan harga ini terpantau di sejumlah toko emas sejak pertengahan pekan lalu. Di Toko Emas Laris, harga cincin saat ini dibanderol Rp14,6 juta per suku, sedangkan kalung dan gelang Rp14,5 juta per suku. Angka tersebut turun sekitar Rp50 ribu dibandingkan harga pada pertengahan pekan sebelumnya.
Penurunan lebih dalam terjadi di Toko Emas Anda Palembang. Dalam dua hari terakhir, harga jual seluruh jenis perhiasan berada di level Rp14,2 juta per suku. Angka itu turun Rp100 ribu dari posisi 18 Juni 2026 yang masih bertahan di Rp14,3 juta per suku.
Harga yang berlaku di kedua toko tersebut sudah mencakup biaya pembuatan untuk emas berkadar 22 karat atau setara 92 persen. Di Toko Emas Anda, konsumen juga mendapatkan potongan tambahan sebesar 4 persen dari harga jual yang berlaku pada hari transaksi.
Para pedagang menyebut kondisi ini menjadi momentum bagi masyarakat yang ingin membeli perhiasan atau mulai berinvestasi logam mulia. “Harganya masih jauh di bawah rekor tertinggi awal tahun. Ini kesempatan,” ujar salah satu pengelola toko.
Pergerakan harga emas di Palembang tidak lepas dari dinamika pasar global. Pelaku usaha menjelaskan bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menjadi faktor utama yang memengaruhi fluktuasi harga logam mulia di tingkat lokal.
Selain itu, ketegangan geopolitik yang melibatkan negara-negara besar seperti Amerika Serikat, China, dan Rusia turut mendorong pergerakan harga emas dunia. Ketidakpastian ekonomi global biasanya mendorong investor beralih ke aset safe haven seperti emas, yang berimbas pada kenaikan harga jangka panjang.
Sebagai gambaran, harga emas perhiasan di Palembang sempat menyentuh rekor tertinggi pada akhir Januari 2026, yakni Rp17,8 juta per suku. Dengan posisi saat ini yang masih di bawah Rp14,5 juta per suku, selisihnya mencapai lebih dari Rp3 juta per suku.
Pedagang optimistis minat masyarakat untuk membeli emas akan meningkat, baik untuk kebutuhan perhiasan maupun sebagai instrumen investasi jangka panjang. Namun, mereka mengingatkan bahwa harga masih bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan pasar global dan kondisi ekonomi nasional.