PALEMBANG — PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju tidak sekadar menggulirkan pelatihan. Melalui kolaborasi dengan Project Sumatra R&P dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumatera Selatan, perusahaan memberikan bekal sertifikasi operator perancah kepada warga di sekitar wilayah operasional.
Program ini berlangsung sejak 25 Mei hingga 15 Juni 2026. Puncaknya, asesmen dan uji kompetensi digelar pada 17–18 Juni 2026 sebagai syarat memperoleh sertifikasi profesi. Sebanyak 24 peserta dari enam kelurahan sekitar kilang mengikuti seluruh rangkaian.
Pelatihan tidak hanya berisi teori. Peserta mendapat praktik yang mengacu pada standar kompetensi pekerjaan perancah di sektor industri. Aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menjadi bagian utama dalam setiap sesi.
Berdasarkan evaluasi instruktur, para peserta menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan yang baik. Baik dalam aspek teknis pekerjaan maupun penerapan prinsip keselamatan kerja.
Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Pertamina Plaju, Perliansyah, mengatakan program ini bagian dari komitmen perusahaan dalam mengembangkan kapasitas masyarakat sekitar.
"Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan manfaat yang berkelanjutan. Sertifikasi dan kompetensi yang telah diperoleh peserta dapat menjadi modal untuk memperluas kesempatan kerja sekaligus memperkuat kesiapan tenaga kerja lokal," ujarnya.
Pjs. GM R&P Sumatera, Muhammad Rahmad, menambahkan bahwa peningkatan kompetensi masyarakat merupakan investasi jangka panjang. "Kami berharap keterampilan yang diperoleh selama pelatihan ini dapat menjadi bekal bagi peserta untuk mengembangkan diri dan memanfaatkan peluang kerja yang tersedia di sektor industri," katanya.
Kepala Balai Latihan Kerja, Pengembangan Produktivitas, dan Keterampilan Transmigrasi Sumatera Selatan, Iwan Gunawan Syaputra, menilai kolaborasi antara pemerintah dan industri memiliki peran penting. Program ini tidak hanya meningkatkan kompetensi peserta tetapi juga memperkuat kesiapan tenaga kerja lokal agar mampu bersaing dan beradaptasi dengan perkembangan industri.
Dengan sertifikasi yang kini dipegang, para warga memiliki peluang lebih besar untuk bekerja di proyek-proyek industri yang membutuhkan tenaga operator perancah bersertifikat. Kebutuhan tenaga kerja kompeten di sektor industri Sumatera Selatan pun diharapkan bisa terisi dari sumber daya lokal.