PALEMBANG — Stan Kabupaten OKU Selatan menjadi salah satu yang paling menyita perhatian pengunjung di Festival Anjungan Seni Adat Tradisi Budaya Sumatera Selatan 2026. Berbagai produk wastra dan kerajinan khas daerah dipamerkan untuk memperkenalkan identitas budaya sekaligus membuka pasar baru bagi pelaku UMKM setempat.
Ketua Dekranasda OKU Selatan, Yohana Yuda Yanti Abusama, menegaskan bahwa partisipasi dalam festival ini bukan sekadar seremonial. "Melalui festival ini, kita ingin budaya dan kerajinan khas OKU Selatan semakin dikenal, sekaligus menjadi motivasi bagi para pelaku UMKM dan pengrajin lokal untuk terus berkarya dan berkembang," ujarnya.
Menurut Yohana, pengenalan budaya daerah harus berjalan seiring dengan penguatan ekonomi masyarakat. Kerajinan dan wastra lokal dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha di daerah.
Gubernur Sumsel Herman Deru menekankan pentingnya pelestarian budaya di tengah derasnya arus teknologi dan perubahan sosial. Ia menyebut identitas daerah sebagai kekuatan yang perlu diwariskan kepada generasi mendatang.
Ketua Dekranasda Sumsel, Feby Herman Deru, turut mengunjungi anjungan dan stan OKU Selatan. Kunjungan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya pelestarian budaya yang dilakukan pemerintah kabupaten.
Festival Anjungan Seni Adat Tradisi Budaya Sumatera Selatan 2026 merupakan edisi perdana setelah vakum sejak 2023. Kegiatan ini diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Sumsel melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bersama Dekranasda Sumsel.
Selain pameran kerajinan dan wastra, festival juga menampilkan pertunjukan seni tradisional, sastra tutur, hingga lokakarya kebudayaan. Ajang ini menjadi ruang bagi seluruh kabupaten dan kota di Sumsel untuk memperkenalkan produk unggulan daerah masing-masing.
Pemkab OKU Selatan berharap partisipasi dalam festival ini mampu memperkuat posisi ekonomi kreatif sebagai penopang pembangunan daerah. Produk wastra dan kerajinan lokal dinilai memiliki daya saing tinggi jika dipasarkan secara lebih luas.
Dengan adanya festival ini, para pengrajin dan pelaku UMKM di OKU Selatan mendapatkan kesempatan untuk memperluas jaringan pemasaran sekaligus mempromosikan kekayaan budaya daerah ke tingkat provinsi.