PALEMBANG — Ketua Komisi Kompetensi Wartawan PWI Pusat, Firdaus Komar, menekankan bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan integritas dan keberpihakan terhadap kebenaran. Ia mengingatkan para wartawan untuk terus memperbarui keterampilan dan kemampuan mengikuti perkembangan teknologi, namun tanpa meninggalkan prinsip dasar jurnalistik.
"Pemanfaatan kecerdasan buatan harus dilakukan secara jujur dalam memproduksi maupun mengunggah berita," ujar Firdaus dalam sesi materi.
Menurut Firdaus, teknologi apa pun yang digunakan wartawan pada akhirnya harus melayani kepentingan publik. Ia menegaskan bahwa tugas utama wartawan adalah menyampaikan informasi yang benar, bukan sekadar cepat.
"Teknologi apa pun harus digunakan untuk menyampaikan kebenaran. Tugas kita adalah melayani kepentingan publik dengan selalu melakukan verifikasi data sebelum sebuah informasi dipublikasikan," tegasnya.
Pesan ini menjadi pengingat di tengah maraknya penggunaan AI generatif yang bisa memproduksi teks secara instan. Firdaus meminta wartawan tidak tergoda untuk mengabaikan proses verifikasi demi mengejar kecepatan tayang.
Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagsel, Syafei Syafri, menyebut media sebagai mitra utama dalam menyampaikan informasi industri hulu migas ke publik. Workshop ini, kata dia, tidak hanya untuk meningkatkan kompetensi jurnalistik, tetapi juga mempererat hubungan antara SKK Migas, KKKS, dan insan pers.
"Teman-teman media adalah mitra utama kami dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini kami ingin terus meningkatkan silaturahmi sekaligus mengucapkan terima kasih atas hubungan baik yang selama ini telah terjalin," kata Syafei.
Ia menjelaskan bahwa industri hulu migas berperan penting dalam menjaga ketahanan energi nasional dan membuka lapangan kerja. Target produksi nasional sebesar 2,6 juta barel setara minyak per hari, menurutnya, membutuhkan dukungan komunikasi publik yang baik melalui pemberitaan yang akurat dan berimbang.
Manager Field Relations and Community Medco E&P Indonesia, Hirmawan Eko Prabowo, mengungkapkan bahwa antusiasme peserta tahun ini meningkat signifikan. Sebanyak lebih dari 100 karya jurnalistik masuk dalam Kompetisi Media Sumsel 2026.
"Melalui workshop ini kami menghadirkan narasumber yang kompeten dalam produksi konten media sehingga dapat menambah wawasan dan kemampuan seluruh peserta. Antusiasme peserta juga terus meningkat," ujar Hirmawan.
Ia mengapresiasi partisipasi aktif para jurnalis yang terus mendukung penyebarluasan informasi mengenai industri hulu migas kepada masyarakat. Kegiatan ini, lanjutnya, menjadi ajang berbagi ilmu, pengalaman, dan memperluas wawasan bagi insan media di Sumatera Selatan.