PALEMBANG — Gubernur Sumsel Herman Deru optimistis Program Sultan Muda Sumsel bisa menjadi motor pertumbuhan ekonomi daerah melalui lahirnya wirausahawan muda di berbagai sektor. Keyakinan itu muncul setelah ia bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumsel Bambang Pramono, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumsel Arifin Susanto, dan sejumlah kepala OPD melakukan eksplorasi langsung ke lapangan, Selasa (30/6/2026).
Herman Deru meninjau tiga titik usaha yang dijalankan peserta program. Pertama, Dermaga Kelapa Musi II yang bergerak di sektor pengolahan kelapa. Kedua, San San Farm, peternakan ayam petelur di Jalan Pangkalan Benteng, Sukomoro, Kabupaten Banyuasin. Ketiga, Agam Pisan Village di kawasan Lanud Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) Palembang.
“Hari ini kita sudah mengunjungi tiga titik untuk melihat berbagai jenis usaha. Pertama, usaha kelapa; kedua, peternakan ayam petelur; dan ketiga, Agam Pisan Village,” ujar Herman Deru.
Menurut Herman Deru, perkembangan yang ditunjukkan para pelaku usaha muda lewat program ini sangat menggembirakan. Ia menilai program tersebut sudah mulai memberikan dampak nyata dalam mendorong lahirnya wirausahawan muda di berbagai bidang.
“Saya melihat Program Sultan Muda ini sudah menampakkan hasil yang luar biasa. Karena itu, saya mengucapkan terima kasih kepada BI, OJK, dan seluruh pihak yang terus mendukung serta mendorong keberhasilan program ini,” katanya.
Herman Deru berharap Program Sultan Muda Sumsel terus berkembang dan mampu melahirkan lebih banyak pelaku usaha muda yang inovatif. Ia juga mengapresiasi BI dan OJK yang konsisten mendukung pengembangan program ini sejak awal.
Eksplorasi ini menjadi bagian dari upaya pemprov untuk memastikan program berjalan sesuai target dan memberikan manfaat langsung bagi perekonomian daerah. Ke depan, pemprov akan terus memantau perkembangan usaha peserta serta membuka akses pendanaan dan pendampingan bagi wirausaha muda di Sumsel.