SUMATERA SELATAN — Laga yang berlangsung di Stadion Internasional Khalifa, Qatar, Selasa (30/6) malam waktu setempat, nyaris menjadi mimpi buruk bagi skuad asuhan Domenico Tedesco. Senegal tampil dominan sejak awal dan unggul dua gol melalui aksi Sadio Mane di menit ke-12 dan Boulaye Dia di menit ke-34.
Belgia baru bisa bereaksi di 20 menit terakhir. Pelatih Tedesco memasukkan tiga pemain depan sekaligus untuk menambah daya gedor. Strategi itu membuahkan hasil pada menit ke-82.
Kevin De Bruyne sukses memperkecil ketertinggalan lewat tendangan keras dari luar kotak penalti yang tak mampu dihalau kiper Senegal. Gol tersebut membangkitkan semangat tim berjuluk Setan Merah itu.
Delapan menit berselang, giliran Romelu Lukaku yang menjadi pahlawan. Memanfaatkan umpan silang silang dari Jeremy Doku, Lukaku menyundul bola ke sudut gawang yang sulit dijangkau. Skor berubah menjadi 2-2 dan memaksa pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu.
Di babak tambahan waktu, Belgia terus menekan. Gol kemenangan akhirnya tercipta di menit ke-112 melalui aksi individu Youri Tielemans yang mencetak gol dari jarak dekat. Skor 3-2 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Kemenangan ini mencatatkan Belgia sebagai tim pertama yang berhasil membalikkan ketertinggalan dua gol di babak gugur Piala Dunia edisi 2026. Rekor ini menjadi catatan manis di tengah performa inkonsisten Belgia di turnamen kali ini.
Dengan hasil ini, Belgia melaju ke babak 16 besar dan akan berhadapan dengan Kroasia. Sementara itu, Senegal harus pulang lebih awal setelah gagal mempertahankan keunggulan. "Kami tidak pantas kalah, tapi sepak bola memang kejam," ujar pelatih Senegal, Aliou Cisse, dalam konferensi pers usai laga.
Di sisi lain, Tedesco memuji mentalitas anak asuhnya. "Ini adalah pertandingan yang gila. Saya bangga dengan cara mereka bangkit dan tidak pernah menyerah," katanya.