PALEMBANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan mencatat delapan dari 12 wilayah prioritas telah menetapkan status siaga karhutla. Kedelapan daerah itu meliputi Muara Enim, Banyuasin, Musi Banyuasin (Muba), Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir (OKI), Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Musi Rawas Utara (Muratara), dan Ogan Komering Ulu (OKU).
“Delapan daerah sudah menetapkan status siaga karhutla. Di tingkat provinsi, status siaga juga telah diberlakukan sejak 22 April hingga 30 November 2026,” ujar Sudirman, Sabtu (4/7/2026).
Meski langkah antisipatif telah berjalan, BPBD Sumsel masih mendorong empat kabupaten lain untuk segera menetapkan status serupa. Keempat wilayah tersebut adalah Lahat, OKU Timur, Musi Rawas (Mura), dan OKU Selatan.
Menurut Sudirman, secara umum seluruh wilayah di Sumsel memiliki potensi karhutla. Namun, 12 daerah menjadi prioritas karena kerap mengalami kebakaran lahan setiap tahun. “Dari 12 daerah prioritas, masih ada empat yang belum menetapkan status siaga. Ini terus kita dorong agar langkah antisipasi bisa dilakukan lebih optimal,” katanya.
Penetapan status siaga bukan sekadar formalitas. Sudirman menjelaskan, status ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, menyiapkan personel dan peralatan pemadaman, serta mengalokasikan anggaran penanganan karhutla secara lebih leluasa.
Tanpa status siaga, mobilisasi sumber daya seringkali terhambat birokrasi. Padahal, kecepatan respons pada awal kemunculan titik api sangat menentukan luas lahan yang terbakar.
BPBD Sumsel juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kondisi cuaca yang semakin kering berpotensi mempercepat penyebaran api dan memicu kebakaran yang lebih luas.
“Peran masyarakat sangat penting. Jangan sampai aktivitas pembakaran lahan justru memperparah kondisi dan menyulitkan upaya pemadaman,” tegas Sudirman.
Puncak musim kemarau di Sumsel diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September. Dengan delapan daerah yang sudah siaga, BPBD berharap empat wilayah lainnya segera menyusul agar penanganan karhutla bisa dilakukan secara menyeluruh di seluruh provinsi.