SEKAYU — Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas Kesehatan resmi menjalankan program GASKAN (Gerakan ASN Sehat), sebuah inisiatif pemeriksaan kesehatan gratis yang menyasar seluruh Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemkab Muba. Program ini digelar secara bergilir di Laboratorium Kesehatan Masyarakat dan puskesmas di setiap kecamatan.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Muba, dr. Hj. Zwesty Wisma Devi, M.H, menjelaskan bahwa program GASKAN merupakan langkah strategis untuk menjaga kondisi fisik dan mental para ASN. “Program GASKAN menjadi salah satu langkah preventif dan promotif dalam menjaga kesehatan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin,” ujarnya.
Rangkaian pemeriksaan yang diberikan meliputi pengecekan tekanan darah, kesehatan gigi dan mulut, mata, serta kadar kolesterol. Khusus bagi ASN yang berusia di atas 40 tahun, pemeriksaan dilengkapi dengan perekaman EKG (elektrokardiogram) untuk mendeteksi kelainan jantung. Sementara itu, untuk ASN perempuan yang sudah menikah, tersedia pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) sebagai deteksi dini kanker serviks.
Program ini tidak hanya berlangsung di kantor dinas. Bagi ASN yang bertugas di tingkat kecamatan, pemeriksaan dilakukan oleh Puskesmas setempat sesuai wilayah kerja masing-masing. Dengan begitu, seluruh ASN di 14 kecamatan di Muba bisa mendapatkan akses yang sama.
Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Muba, Daud Amri SH, menyampaikan apresiasi penuh terhadap program ini. Menurutnya, ASN yang sehat secara fisik dan mental akan bekerja lebih produktif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“ASN yang sehat adalah modal utama untuk memberikan pelayanan publik yang cepat, optimal, dan berkualitas kepada masyarakat. ASN yang sehat secara fisik dan mental akan bekerja lebih produktif, lebih responsif, dan lebih optimal dalam melayani masyarakat. Pada akhirnya, ini akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik di Muba. ASN adalah wajah pemerintah di mata masyarakat,” tuturnya.
Tujuan utama dari program GASKAN adalah deteksi dini. Apabila ditemukan gejala yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, ASN bisa segera dirujuk ke fasilitas kesehatan yang ada di Muba. Langkah ini diambil untuk mencegah penyakit kronis berkembang lebih parah dan mengganggu kinerja.
Kegiatan ini menjadi komitmen Pemkab Muba dalam menjaga sumber daya manusianya. Dengan pendekatan preventif, pemerintah daerah berharap angka absensi akibat sakit bisa ditekan, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik secara keseluruhan.