Logitech selama ini dikenal sebagai pemain utama di pasar aksesori komputer. Tapi dalam beberapa tahun terakhir, mereka secara agresif merangsek ke ekosistem Apple — segmen yang selama ini identik dengan banderol harga tinggi. Hasilnya? Deretan produk yang secara fungsional menyaingi, bahkan dalam beberapa aspek melampaui, aksesori resmi buatan Apple.
Untuk pengguna iPad, Logitech menawarkan Combo Touch — keyboard case dengan trackpad yang bisa dilepas. Produk ini dibanderol sekitar $159,99 (Rp 2,5 juta), jauh di bawah Magic Keyboard Apple yang mencapai $349 (Rp 5,6 juta).
Yang membuat Combo Touch unggul: keyboard-nya bisa dipisah kapan saja, mengubah iPad jadi tablet murni. Trackpad-nya juga responsif, mendukung gestur multi-sentuh seperti di MacBook. Apple tidak memberikan fleksibilitas semacam ini di produk resminya.
Logitech Crayon hadir sebagai alternatif Apple Pencil dengan harga $69,99 (Rp 1,1 juta) — sekitar setengah harga Apple Pencil generasi kedua. Uniknya, pena ini tidak perlu dipasangkan lewat Bluetooth. Cukup nyalakan, langsung bisa menulis di iPad yang kompatibel.
Baterainya bertahan hingga 7,5 jam. Dan karena tidak perlu pairing, Crayon cocok untuk penggunaan di sekolah atau kantor yang meminjamkan iPad secara bergantian. Apple Pencil memang lebih presisi untuk desainer profesional, tapi untuk mencatat dan menggambar kasual, Crayon lebih dari cukup.
Untuk pengguna MacBook yang ingin setup desktop di rumah, Logitech Pebble Keys 2 K380 adalah pilihan cerdas. Keyboard nirkabel ini bisa terhubung ke tiga perangkat berbeda — Mac, iPad, dan iPhone misalnya — dan berpindah hanya dengan menekan tombol.
Harganya sekitar $39,99 (Rp 640 ribu), jauh di bawah Magic Keyboard Apple $99 (Rp 1,6 juta). Desainnya ringkas, tombolnya senyap, dan baterai AA-nya bisa bertahan hingga 24 bulan. Satu kekurangan: tidak ada backlight, yang mungkin mengganggu jika kamu sering mengetik di ruang gelap.
Magic Mouse Apple memang ikonik, tapi ergonominya buruk untuk penggunaan lama. Logitech MX Anywhere 3S hadir sebagai solusi. Mouse ini dijual $79,99 (Rp 1,3 juta), sama dengan harga Magic Mouse.
Perbedaannya? MX Anywhere 3S bisa digunakan di kaca — sensor 8.000 DPI-nya bekerja di permukaan apa pun. Scroll wheel-nya magnetik, bisa berputar bebas atau terkunci per klik. Baterai USB-C bertahan hingga 70 hari. Dan yang paling penting: bentuknya pas di telapak tangan, tidak membuat kram setelah berjam-jam bekerja.
Kamera depan MacBook memang sudah membaik, tapi tetap kalah dari webcam eksternal. Logitech Brio 4K, dengan harga $199,99 (Rp 3,2 juta), menawarkan resolusi 4K pada 30 fps atau 1080p pada 60 fps.
Teknologi RightLight 4-nya secara otomatis menyesuaikan pencahayaan di ruangan gelap. Ada juga dukungan HDR dan field of view yang bisa diatur (65°, 78°, atau 90°). Untuk pekerja remote atau content creator yang sering video call dan merekam konten, Brio 4K adalah upgrade yang signifikan dari kamera bawaan MacBook mana pun.
Kelima produk ini menunjukkan satu hal: ekosistem Apple tidak harus mahal dari ujung ke ujung. Logitech berhasil mengisi celah yang sengaja atau tidak sengaja ditinggalkan Apple — aksesori berkualitas tinggi dengan harga yang masuk akal. Bagi pengguna Indonesia yang sadar anggaran, ini adalah kabar baik.