Belanja Songket dan Jumputan di Pasar 16 Ilir Palembang, Ini Tipsnya

Penulis: Redaksi  •  Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:50:01 WIB
Pasar tradisional terbesar di Palembang. (Foto: NET)

PALEMBANG - Pasar 16 Ilir menjadi pasar tradisional terbesar sekaligus tertua di Palembang, pusat aktivitas ekonomi yang menghidupkan kawasan sekitar. Di sinilah warga berbelanja, pedagang bertransaksi, dan denyut kota terasa paling nyata.

Terletak di Kelurahan 16 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I, pasar ini disebut oleh Pemerintah Kecamatan setempat sebagai salah satu pasar tradisional terbesar dan tertua, dengan akar sejarah yang diyakini bergandengan dengan perdagangan masa Kesultanan Palembang Darussalam.

Pusat Perdagangan yang Menyimpan Cerita Panjang

Jejak pembangunan los-los pasar di kawasan ini tercatat mulai sekitar tahun 1918 dan dipermanenkan sekitar 1939. Sejarah panjang itulah yang membuat Pasar 16 Ilir berbeda dari pasar modern, ada warisan budaya yang melekat pada setiap transaksi.

Keunikan lain datang dari lokasinya di tepian Sungai Musi dengan pemandangan langsung ke arah Jembatan Ampera. Dinas Perhubungan Sumatera Selatan bahkan mencatat kawasan ini sebagai titik pelabuhan atau dermaga dengan koordinat sekitar -2,961787 dan 104,747048, menegaskan hubungan lama antara pasar dan transportasi sungai.

Ragam Produk yang Bisa Diburu

Pasar ini menawarkan banyak pilihan: pakaian, kain songket dan jumputan, tas, sepatu, hingga perhiasan. Penduduk lokal memanfaatkannya untuk kebutuhan sehari-hari, sementara wisatawan datang mencari oleh-oleh khas.

Songket dan Jumputan, Primadona Pasar 16 Ilir

Songket adalah salah satu produk yang paling dicari. Saat membelinya, perhatikan bahan, teknik tenun, kepadatan motif, detail benang, dan kondisi bagian belakang kain. Dua kain dengan motif serupa bisa berharga beda karena kualitas bahan.

Untuk yang ingin alternatif lebih ringan, kain jumputan bisa menjadi pilihan dengan harga yang lebih bersahabat.

Pakaian, Tas, dan Aksesori Lainnya

Kawasan ini juga surga bagi pecinta fashion. Untuk pembeli eceran, membandingkan harga antarkios adalah langkah bijak. Bagi reseller, kunjungan berkala memberikan gambaran tren yang terus berubah, dari warna, model, hingga rentang harga.

Tips Berbelanja di Pasar Tradisional

Agar belanja lebih nyaman dan tidak salah pilih, perhatikan hal berikut: berjalanlah ke beberapa kios dan tanyakan harga produk sejenis sebelum memutuskan, menawar itu wajar tetapi lakukan dengan sopan, periksa barang secara menyeluruh sebelum pembayaran, serta siapkan uang tunai kecil untuk mempermudah transaksi.

Waktu Terbaik Berkunjung

Pagi hari menjadi pilihan bagi yang ingin berbelanja dengan suasana lebih tenang. Sementara untuk melihat kawasan paling hidup, jam-jam padat perdagangan bisa menjadi alternatif. Sebelum berkunjung, ada baiknya mengecek kondisi lapangan karena kegiatan revitalisasi atau penataan bisa mengubah akses.

Perbedaan dengan Pasar Induk Jakabaring

Penting membedakan fungsi masing-masing pasar. Pasar 16 Ilir adalah pusat perdagangan barang beragam. Sedangkan Pasar Induk Jakabaring, sesuai data Paskomnas, berkapasitas sekitar 800 ton per hari dan melibatkan hingga 4.000 orang, berfokus pada distribusi sayur dan buah ke Palembang dan sekitarnya.

Masa Depan Pesona Kawasan

Pemerintah Kota Palembang pernah memaparkan rencana revitalisasi Pasar 16 Ilir demi sarana-prasarana yang lebih baik dan konsep waterfront, tanpa menghilangkan nilai sejarah. Keseimbangan antara pembaruan fisik dan pelestarian karakter tradisional menjadi kunci agar pasar ini tetap relevan.

FAQ Seputar Pasar 16 Ilir

Barang apa yang paling banyak dicari? Songket, jumputan, serta ragam fashion dan aksesori.

Apa yang jadi ciri khas kawasan? Lokasi di tepian Sungai Musi dengan akses dermaga dan pemandangan Jembatan Ampera.

Apakah cocok untuk oleh-oleh? Sangat cocok, terutama untuk kain khas dan produk budaya lokal.

Berbeda dengan Pasar Induk Jakabaring? Ya; 16 Ilir untuk barang beragam, Jakabaring untuk sayur dan buah grosir.

Pasar 16 Ilir adalah perpaduan unik antara sejarah, perdagangan, dan budaya Kota Pempek. Bagi siapa saja yang menyukai pengalaman berbelanja dengan cerita di baliknya, tempat ini tidak boleh terlewat.

Reporter: Redaksi
Back to top