SUMATERA SELATAN — Laporan yang dirilis melalui laman GoodStats ini memetakan selera pendengar pria terhadap tujuh genre musik, dari pop hingga K-pop. Data dihimpun lewat kuesioner aplikasi Jakpat pada 29 Juni–1 Juli 2026, dengan margin of error di bawah 5%.
Dengan 65% preferensi, pop memimpin jauh di atas genre lain. Rock berada di posisi kedua dengan 42%, sekaligus menjadi pembeda paling mencolok antara selera musik pria dan wanita.
Kontras pada genre rock ini menunjukkan bahwa sebagian besar pria Indonesia menyukai aliran musik dengan karakter kuat dan tegas.
Dangdut mengamankan posisi ketiga dengan 34%, membuktikan musik tanah air masih punya tempat istimewa di hati pendengar pria. Musik klasik menyusul dengan 28%.
Jazz dan hip hop sama-sama meraih 24%, memperlihatkan spektrum selera yang membentang dari aransemen klasik hingga budaya urban.
Dari tujuh genre yang disurvei, K-pop justru menjadi yang paling sedikit diminati. Hanya 15% responden pria yang menyatakan ketertarikan pada aliran asal Korea Selatan tersebut.
Angka ini kontras dengan dominasi pop yang mencapai 65%, mengingat keduanya sama-sama genre mainstream yang kerap bersaing di industri musik.
Soal bentuk pertunjukan, festival musik menjadi favorit utama dengan 83% dukungan responden. Konser solo berada di urutan kedua dengan 69%, sementara acara musik bertema intim mengumpulkan 56%.
Temuan ini menegaskan bahwa audiens pria Indonesia lebih memilih format panggung berskala besar dengan suasana ramai.
Keragaman preferensi ini menjadi bahan evaluasi bagi industri musik untuk terus menyesuaikan strategi. Setiap genre punya segmen pendengarnya sendiri, dan pelaku industri perlu membaca tren ini agar tetap relevan di mata konsumen.