SUMATERA SELATAN — Kebijakan harga yang datar ini berlaku untuk seluruh pecahan, dari 0,5 gram hingga 1.000 gram. Situs resmi LogamMulia.com hingga Senin pagi belum menampilkan pembaruan data, sehingga acuan harga yang dipakai pedagang dan investor masih mengacu pada penutupan pekan lalu pukul 08.30 WIB.
Sementara itu, harga pembelian kembali (buyback) yang menjadi patokan investor saat menjual emas ke Antam juga belum beranjak dari posisi Rp 1.556.000 per gram. Selisih antara harga jual dan buyback saat ini berada di kisaran Rp 150.000 per gram, struktur normal yang mencerminkan biaya produksi dan margin Antam.
Certicard merupakan inovasi kemasan Antam yang menggabungkan fisik emas dengan sertifikat keaslian berbentuk kartu plastik. Berbeda dengan generasi lama yang memisahkan sertifikat kertas, model kartu ini dirancang lebih tahan lama dan tidak mudah rusak karena menyatu langsung dengan kemasan produk.
Dari sisi kandungan, emas Certicard tidak memiliki perbedaan sama sekali dengan emas batangan bersertifikat kertas. Kadar kemurnian tetap 99,99 persen atau setara 24 karat, sehingga harga jualnya pun identik dengan seri Logam Mulia standar.
Di tengah stagnannya harga emas fisik, minat investor terhadap instrumen emas berbasis blockchain justru meningkat. Produk seperti Pax Gold (PAXG) dan Tether Gold (XAUT) menjadi alternatif kepemilikan emas tanpa perlu menyimpan batangan fisik, di mana setiap token mewakili satu troy ounce emas yang tersimpan di brankas.
Perbedaan mendasar ada pada biaya penyimpanan dan likuiditas. Emas Certicard membutuhkan tempat penyimpanan aman dan proses verifikasi keaslian saat dijual kembali, sementara emas kripto bisa ditransaksikan kapan pun di pasar aset digital dengan pecahan yang lebih fleksibel.
Bagi investor ritel, selisih harga jual dan buyback Antam yang mencapai 8,8 persen perlu diperhitungkan sebagai biaya transaksi. Artinya, harga emas baru memberikan keuntungan jika kenaikannya melampaui selisih tersebut sejak awal pembelian.
Adapun untuk produk emas kripto, investor perlu mencermati risiko volatilitas harga token yang terkadang menyimpang tipis dari harga acuan emas dunia, serta regulasi aset kripto di Indonesia yang berada di bawah pengawasan Bappebti dan OJK.
Data buyback yang dilaporkan Industry.co.id mengutip Logam Mulia menunjukkan tidak ada perubahan sejak Jumat pekan lalu. Pelaku pasar umumnya menunggu rilis data inflasi Amerika Serikat pekan ini sebagai sinyal arah kebijakan suku bunga global, yang menjadi penentu utama pergerakan harga emas dunia dan domestik.
Disclaimer: Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Aktivitas jual beli aset memiliki risiko, lakukan riset mandiri sebelum berinvestasi.