Wagub Sumsel Cik Ujang Buka Klinik Konsultasi Ekspor untuk UMKM di Dinas Perdagangan

Penulis: Nasrul Effendi  •  Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:28:32 WIB
Wagub Sumsel Cik Ujang membuka klinik konsultasi ekspor bagi pelaku UMKM di Dinas Perdagangan Sumsel.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mengoptimalkan klinik konsultasi ekspor Dinas Perdagangan untuk membantu pelaku UMKM menjajaki penjualan produk ke luar negeri. Wagub Sumsel Cik Ujang menyebut tim klinik siap menjelaskan prosedur ekspor, pembiayaan, hingga persiapan masuk pasar internasional pada jam kerja. Layanan ini menyasar komoditas pertanian, perkebunan, perikanan, dan makanan olahan.

PALEMBANG — Wakil Gubernur Sumatera Selatan Cik Ujang mengajak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah memanfaatkan klinik konsultasi ekspor yang dikelola Dinas Perdagangan Sumsel. Layanan itu dibuka bagi siapa pun yang ingin mengetahui prosedur dan teknis memasarkan komoditas ke luar negeri.

"Bagi pelaku UMKM yang ingin mengetahui prosedur ekspor dan informasi lainnya, silakan datang ke klinik konsultasi di Dinas Perdagangan Sumsel," kata Cik Ujang di Palembang, Rabu.

Tim yang bertugas di klinik tersebut melayani konsultasi pada jam kerja. Mereka siap memberikan penjelasan kepada pelaku usaha maupun masyarakat umum yang ingin memahami seluk-beluk ekspor.

Apa Saja yang Bisa Dikonsultasikan di Klinik Ekspor?

Klinik ini tidak hanya membahas langkah awal memahami regulasi ekspor. Pelaku usaha juga bisa memperoleh penjelasan mengenai pembiayaan ekspor serta persiapan usaha memasuki pasar internasional.

Sejumlah komoditas dinilai punya prosedur khusus yang harus dipenuhi sebelum dikirim ke luar negeri. Komoditas pertanian, perkebunan, perikanan, dan makanan olahan wajib memenuhi ketentuan yang ditetapkan pemerintah dan negara tujuan.

"Tim Dinas Perdagangan Sumsel juga siap memberikan pembinaan peningkatan kualitas dan nilai tambah produk melalui berbagai kegiatan pelatihan dan sertifikasi mutu," ujar Cik Ujang.

Pendampingan Karantina Cegah Penolakan Produk

Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sumsel Sri Endah Ekandari menyatakan pihaknya siap memberikan pendampingan kekarantinaan bagi UMKM yang hendak mengekspor produk. Pendampingan itu memastikan komoditas terjamin kesehatannya atau terbebas dari hama penyakit hewan, ikan, dan organisme pengganggu tumbuhan.

Ketelusuran produk ekspor juga menjadi perhatian dalam pendampingan tersebut. Dengan jaminan kesehatan komoditas, risiko penolakan oleh pihak berwenang di negara tujuan bisa dicegah.

Beberapa komoditas perkebunan dari sejumlah daerah Sumsel telah difasilitasi ekspor. Komoditas itu meliputi kopi, teh, kelapa, vanili, dan bungkil sawit.

Produk olahan turut mendapat fasilitasi serupa, seperti serat nanas, gula aren, santan kelapa, dan kerupuk kemplang.

UMKM Sumsel Didorong Manfaatkan Layanan Gratis

Klinik konsultasi ekspor menjadi salah satu pintu bagi UMKM Sumsel yang ingin naik kelas ke pasar global. Pelaku usaha dapat memanfaatkan layanan ini tanpa harus memahami sendiri seluruh regulasi yang berlaku di negara tujuan.

Pemerintah provinsi mendorong pelaku usaha memanfaatkan pendampingan sejak tahap awal. Langkah itu dinilai memperbesar peluang produk lokal diterima di pasar internasional.

Reporter: Nasrul Effendi
Sumber: sumsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top