Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 4 Titik Pantau Kualitas Udara Masuk Kategori Berbahaya

Penulis: Nasrul Effendi  •  Minggu, 04 Oktober 2026 | 06:31:01 WIB
Kabut asap menyelimuti Palembang dengan jarak pandang terbatas pada pagi hari.

PALEMBANG — Pantauan aplikasi IQAir pada pukul 06.00 WIB menunjukkan kualitas udara Palembang memburuk dengan empat lokasi pemantauan berada di level berbahaya. Angka AQI di atas 1.000 pada dua titik menandakan konsentrasi partikel polutan jauh melampaui ambang batas aman bagi kesehatan warga.

Pekatnya kabut asap membuat jarak pandang sangat terbatas. Dari pantauan di lapangan, jarak pandang disebut nyaris tidak terlihat di sejumlah ruas jalan kota.

Wilayah dengan AQI Tertinggi

Musi 2 Palembang mencatat AQI paling tinggi, yakni 1.129. Titik GP Plm menyusul dengan 1.079, Demang 1.017, dan Sukarami 882.

Empat angka itu menempatkan seluruh titik pemantauan pada kategori berbahaya. Artinya, paparan udara di kawasan tersebut berisiko tinggi bagi siapa pun yang beraktivitas di luar ruangan.

Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar Ruangan

Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi udara masih berada pada kategori berbahaya. Warga yang tetap harus beraktivitas di luar disarankan memakai masker untuk mengurangi paparan polutan.

Kelompok rentan menjadi prioritas perhatian. Balita, anak-anak, lansia, dan warga dengan gangguan kesehatan berisiko lebih besar terdampak paparan kabut asap yang berlangsung terus-menerus.

"Kondisi kualitas udara masih perlu menjadi perhatian, terutama bagi kelompok masyarakat yang sensitif terhadap pencemaran udara. Masyarakat dapat mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk dan selalu menggunakan masker," jelasnya.

Car Free Day Palembang Kembali Ditiadakan

Kegiatan Car Free Day (CFD) di Kota Palembang pada Minggu (4/10/2026) masih ditiadakan. Peniadaan CFD menjadi salah satu langkah mengurangi aktivitas masyarakat di ruang terbuka saat kabut asap masih pekat.

Langkah itu sekaligus menekan jumlah warga yang terpapar udara berpolusi di kawasan terbuka. Pemantauan kualitas udara dan pembatasan aktivitas luar ruangan menjadi respons yang berulang setiap kali kabut asap menebal.

Pantau Informasi Kualitas Udara Secara Berkala

Masyarakat diminta terus memantau perkembangan kualitas udara. Jika kondisi kembali memburuk, aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi.

Penggunaan masker, membatasi aktivitas di luar rumah, serta memantau informasi kualitas udara menjadi langkah penting selama kabut asap masih menyelimuti kota. Warga Palembang diharapkan tidak mengabaikan kondisi udara pagi ini.

Reporter: Nasrul Effendi
Sumber: sumselupdate.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top