Pemkab OKI Kerahkan MPA di 61 Desa Rawan Karhutla, Fokus Deteksi Dini di 5 Kecamatan

Penulis: Hendra Mukhtar  •  Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:31:01 WIB
Bupati OKI meninjau lokasi karhutla di Desa Pulau Beruang, Kecamatan Tulung Selapan.

OGAN KOMERING ILIR — Bupati OKI Muchendi Mahzareki menegaskan keterlibatan warga menjadi kunci karena mereka berada paling dekat dengan wilayah yang berpotensi terbakar. Pemkab OKI mendorong MPA bergerak lebih cepat di tingkat desa, terutama di kawasan yang jauh dari pusat pemerintahan kabupaten.

Sosialisasi dan penyuluhan ke warga menjadi tugas pertama MPA. Setelah itu, patroli rutin di kawasan rawan untuk memantau kemunculan titik api. Jika kebakaran terjadi, MPA melakukan pemadaman tahap awal sesuai kemampuan dan sarana yang tersedia.

61 Desa Masuk Kategori Rawan Karhutla

Berdasarkan Peta Sebaran Desa Rawan Karhutla Kabupaten OKI, terdapat 107 desa yang masuk kategori rawan. Dari jumlah itu, 61 desa berada dalam kategori kerawanan tinggi dan sangat tinggi.

Sebaran desa rawan terkonsentrasi di lima kecamatan. Tulung Selapan mencatat 17 desa, disusul Pangkalan Lampam 12 desa, Cengal 12 desa, Sungai Menang 11 desa, dan Pampangan 8 desa.

Setiap kejadian dilaporkan secara berjenjang kepada kepala desa dan pihak berwenang. Pelaporan berjenjang itu memungkinkan penanganan ditingkatkan sesuai kondisi di lapangan.

Peralatan Pemadaman Darat Disiagakan

Optimalisasi peran MPA didukung kesiapan sarana pemadaman darat. Sejumlah peralatan yang disiagakan antara lain penggaruk api (fire rake), pemukul api (fire beater), pompa jinjing, pompa punggung (jet shooter), selang pemadam, nozzle, wire connector, dan sepatu bot.

Ketersediaan peralatan dinilai penting karena bentang wilayah OKI yang luas. Sejumlah desa dan kawasan rawan berjarak cukup jauh dari pusat pemerintahan kabupaten, sehingga kecepatan respons di tingkat tapak menentukan.

"Sarana harus memadai agar respons di lapangan lebih cepat dan pemadaman dapat dilakukan sebelum kebakaran berkembang," kata Muchendi.

Respons Berlapis Libatkan BPBD hingga 176 KTPA

Pelibatan MPA menjadi bagian dari penanganan karhutla yang melibatkan berbagai unsur. Pemkab OKI menyiagakan personel gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Manggala Agni, TNI, dan Polri.

Selain itu, terdapat 176 Kelompok Tani Peduli Api yang dibentuk perusahaan di sekitar area konsesi masing-masing. Kelompok ini mendukung upaya pencegahan dan penanganan kebakaran di wilayah operasional mereka.

Dengan pola tersebut, penanganan karhutla dilakukan berlapis. Masyarakat menjadi bagian deteksi dan respons awal di tingkat desa, sementara penanganan diperkuat BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri, perusahaan, dan unsur terkait lain sesuai skala kejadian.

"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Masyarakat, perusahaan, TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, dan seluruh unsur di lapangan harus bergerak bersama. Semakin cepat api diketahui dan ditangani, semakin kecil risiko meluasnya kebakaran," ucap Muchendi.

Muchendi menyampaikan hal itu saat meninjau lokasi karhutla di Desa Pulau Beruang, Kecamatan Tulung Selapan, Selasa (6/10/2026).

Reporter: Hendra Mukhtar
Sumber: suarapublik.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top