PALEMBANG — Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyatakan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan tidak hanya mengganggu penerbangan komersil, tetapi juga operasi modifikasi cuaca yang selama ini digerakkan dari Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang.
Kepadatan asap memaksa BNPB mengubah strategi. Pusat operasi digeser ke Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, yang jarak pandangnya masih di atas 1.800 meter sehingga dinilai aman untuk menyemai awan.
Pantauan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II pada Sabtu (10/10) dari pukul 07.00 WIB sampai 16.30 WIB menunjukkan jarak pandang berada di bawah 1.000 meter. Kondisi itu memaksa sejumlah penerbangan mengalami penundaan keberangkatan, baik dari maupun menuju Palembang.
Asap pekat juga mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari di Kota Palembang. Kabut dilaporkan menyelimuti wilayah kota tersebut beberapa hari terakhir.
Pada Jumat (9/10), BNPB melaksanakan OMC sebanyak satu sorti penyemaian di atas wilayah Kabupaten Musi Banyuasin dan Banyuasin dengan total bahan semai 1.000 kilogram. Sehari berikutnya, BNPB kembali melakukan OMC sebanyak dua sorti.
Sorti pertama menyasar wilayah Banyuasin dan Ogan Komering Ilir. Sorti kedua menyemai di atas Ogan Komering Ilir dan Ogan Komering Ulu. Masing-masing sorti penerbangan mengangkut 1.000 kilogram bahan semai.
"OMC yang dipusatkan di Bandara Depati Amir ini akan dilakukan sampai dengan Selasa depan, 13 Oktober 2026," ujar Berton.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyatakan hujan diperkirakan mulai turun paling cepat pada minggu ketiga Oktober dan paling lambat minggu ketiga November. Prediksi itu mengacu pada perhitungan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.
"Selama sebulan ke depan, BNPB beserta seluruh jajaran terkait akan terus bekerja keras melakukan dukungan pemadaman termasuk Operasi Modifikasi Cuaca," ujar Suharyanto saat menerima kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Pemindahan pusat OMC ke Pangkal Pinang didukung potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumatera Selatan dan sekitarnya. Penyemaian awan potensial diharapkan menurunkan hujan yang bisa membantu memadamkan titik-titik api penyebab kabut asap.