PALEMBANG — General Manager Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Ahmad Syaugi Shahab, menyampaikan bahwa pembaruan data pukul 07.30 WIB mencatat jarak pandang di kawasan bandara hanya mencapai 500 meter. Angka itu jauh di bawah ambang normal yang dibutuhkan untuk operasional penerbangan.
Enam penerbangan yang masuk daftar terdampak seluruhnya merupakan jadwal keberangkatan dari Palembang. Rutenya menyebar ke sejumlah kota tujuan, baik di Sumatera maupun Jawa.
Berdasarkan catatan pihak bandara, penerbangan yang terdampak adalah:
Dua rute menuju Batam, dua rute menuju Jakarta, satu ke Halim Perdanakusuma, dan satu ke Pangkalpinang. Hingga pembaruan data terakhir, belum ada rincian status masing-masing penerbangan.
Belum tersedia informasi apakah keenam penerbangan mengalami keterlambatan, penundaan, atau pembatalan. Pihak bandara belum mengeluarkan keterangan lanjutan soal status per penerbangan.
Jarak pandang 500 meter menjadi pertimbangan utama maskapai dan otoritas bandara. Faktor cuaca dan visibilitas wajib dihitung sebelum keputusan penerbangan diambil, demi keselamatan penumpang dan kru.
Penumpang yang akan berangkat dari Bandara SMB II Palembang diminta memantau informasi terbaru dari maskapai masing-masing. Langkah itu untuk memastikan jadwal keberangkatan sekaligus mengantisipasi perubahan operasional akibat kabut asap.
Kabut asap sendiri bukan kali pertama mengganggu penerbangan di Palembang. Kondisi ini umumnya muncul pada pagi hari ketika visibilitas turun drastis, sebelum berangsur membaik seiring naiknya suhu udara.
Pihak bandara belum menyampaikan perkiraan kapan jarak pandang kembali normal. Penumpang diimbau tetap bersiap dengan kemungkinan perubahan jadwal sepanjang hari.