Polda Sumsel Selesaikan Identifikasi 17 Korban Kecelakaan Maut Bus ALS di Musi Rawas Utara, Empat Jenazah Terakhir Terungkap Lewat Tes DNA

Penulis: Nopriansyah Putra  •  Sabtu, 23 Mei 2026 | 23:08:01 WIB
Tim forensik Polda Sumsel menyelesaikan identifikasi 17 korban kecelakaan bus ALS di Musi Rawas Utara.

PALEMBANG — Proses identifikasi 17 korban tewas dalam kecelakaan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dengan truk tangki bahan bakar minyak (BBM) di Musi Rawas Utara resmi tuntas. Kepastian itu didapat setelah laboratorium forensik mengirimkan hasil tes DNA untuk empat jenazah terakhir pada Jumat (22/5) pukul 18.00 WIB.

Kabid Dokkes Polda Sumsel AKBP Andrianto mengungkapkan, tim medis langsung melakukan rekonsiliasi data pada Sabtu pagi untuk memvalidasi seluruh identitas sebelum diserahkan kepada keluarga. “Dari hasil laboratorium data postmortem ini, seluruh jenazah sudah teridentifikasi secara jelas karena terdapat kecocokan antara data antemortem dengan data postmortem,” kata Andrianto dalam konferensi pers di Palembang, Sabtu.

Empat Korban Terakhir Teridentifikasi, Satu Jenazah Sempat Tertunda

Hasil laboratorium forensik memastikan jenazah dengan Nomor PM 062 adalah Sukarpi, laki-laki, yang merupakan anak biologis dari Marium. Sementara itu, jenazah PM 063 teridentifikasi sebagai Suwido Gurning, laki-laki, yang merupakan anak biologis dari Mona Lisa Siahaan.

Dua korban lainnya juga telah terungkap. Jenazah PM 064 adalah Sukono bin Supardi Nasution, yang merupakan ayah biologis dari Zazkiatul Padila. Menariknya, korban Sukono sebelumnya sudah teridentifikasi secara medis, tapi belum diambil oleh pihak keluarga saat proses administrasi berlangsung. Sedangkan jenazah PM 065 teridentifikasi sebagai Karno bin Salim, laki-laki, berdasarkan kecocokan dengan sampel pembanding berupa peci milik korban.

Proses Identifikasi: Antemortem dan Postmortem Jadi Kunci

Seluruh proses identifikasi mengandalkan pencocokan data antemortem—informasi yang diberikan keluarga sebelum kematian—dengan data postmortem yang diperoleh dari pemeriksaan jenazah. Untuk korban yang kondisinya sulit dikenali secara visual, tim Dokkes Polda Sumsel menggunakan tes DNA sebagai metode utama.

“Hasil laboratorium menunjukkan adanya kecocokan antara data antemortem dari keluarga dan data postmortem korban sehingga seluruh identitas korban dinyatakan valid,” tegas AKBP Andrianto.

Dengan selesainya tahapan ini, seluruh rangkaian identifikasi medis terhadap korban kecelakaan maut yang terjadi pada 6 Mei 2026 itu dinyatakan rampung. Jenazah kini dapat diambil keluarga untuk dimakamkan.

Reporter: Nopriansyah Putra
Sumber: sumsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top