SUMATERA SELATAN — Pengawasan ketat terhadap fasilitas energi strategis ini merupakan langkah antisipasi Pertamina untuk menjamin tidak ada gangguan distribusi. Iriawan secara spesifik mengecek kesiapan pasokan avtur di AFT Juanda, yang menjadi titik suplai utama bagi lima bandara lain di Jawa Timur, seperti Bandara Iswahjudi (Madiun) dan Abdulrachman Saleh (Malang).
“Saya ingin memastikan kesiapan seluruh lini operasional yang menjadi urat nadi perekonomian dan pemerintahan di wilayah Indonesia Timur, siap menjalankan fungsinya dengan optimal,” ujar Iriawan dalam siaran resmi perusahaan.
Kapasitas Tangki Avtur Capai 20 Ribu Kiloliter
AFT Juanda memiliki kapasitas penyimpanan 20 ribu kiloliter yang ditopang 8 tangki, 7 hydrant dispenser, dan 9 mobil tangki refuller. Dimas Bagus Satriyo Wibowo, pimpinan AFT Juanda, menjelaskan bahwa fasilitas ini juga diperkuat 49 operator untuk memastikan pelayanan ke maskapai berjalan mulus.
Iriawan menekankan, tugas menjaga pasokan avtur menuntut toleransi nol terhadap kekurangan stok. “Juanda harus menjadi salah satu garda terdepan dalam mendukung transformasi energi nasional,” tegasnya, sembari mendorong percepatan kesiapan infrastruktur untuk implementasi Sustainable Aviation Fuel (SAF) demi target Net Zero Emission.
Bersiap Luncurkan Biosolar B50 pada 2026
Di Integrated Terminal Surabaya, Iriawan memberikan perhatian khusus pada kesiapan distribusi bahan bakar biosolar B50 yang akan diluncurkan awal Juli 2026. Terminal terintegrasi terbesar di Indonesia ini juga diminta menjaga kondisi prima aset-aset strategis seperti tangki timbun, jetty, dan jaringan pipa.
“Pemeliharaan aset harus terus dijaga agar distribusi energi tetap lancar di berbagai kondisi,” imbuhnya.
Menutup kunjungan, Komisaris Utama mengingatkan seluruh insan Pertamina untuk mengedepankan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE). Ia menegaskan budaya Corporate Life Saving Rules (CLSR) harus melekat dalam perilaku sehari-hari untuk melindungi aset negara dan memastikan pekerja pulang dengan selamat.