PAGARALAM — Balai Registrasi Gunung Merapi Dempo (Brigade) Kota Pagaralam resmi membuka kembali jalur pendakian Gunung Dempo. Jalur itu ditutup sejak 7 April 2026 menyusul peningkatan aktivitas vulkanik.
Sekretaris Brigade Desta Ndruru mengatakan, pembukaan ini merupakan instruksi langsung dari Wakil Wali Kota Pagaralam. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan kunjungan wisatawan menjelang dua momen besar: Hari Ulang Tahun ke-25 Kota Pagar Alam pada Juni 2026 dan peringatan HUT Republik Indonesia tiga bulan mendatang.
Keputusan membuka kembali jalur pendakian tidak diambil sembarangan. Brigade telah berkoordinasi dengan PVMBG yang mencatat adanya penurunan signifikan aktivitas erupsi Gunung Dempo sejak awal April hingga pertengahan Mei 2026.
"Kami telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, dan Wakil Wali Kota Pagaralam meminta agar jalur pendakian segera dibuka. Hal ini mempertimbangkan laporan PVMBG yang menunjukkan adanya penurunan aktivitas erupsi Gunung Dempo," ujar Desta Ndruru di Pagaralam, Jumat.
Gunung Dempo merupakan salah satu destinasi wisata unggulan Sumatera Selatan. Sepanjang tahun 2025, tercatat 7.367 orang telah mendaki gunung tersebut. Angka ini menjadi dasar optimisme pemerintah daerah terhadap potensi peningkatan kunjungan wisatawan.
Pembukaan jalur pendakian juga diharapkan menyedot lebih banyak wisatawan lokal maupun luar daerah. Momentum HUT ke-25 Kota Pagar Alam dan HUT RI menjadi target utama promosi pariwisata.
Meski jalur pendakian kembali dibuka, Brigade tetap memberikan sejumlah imbauan kepada para pendaki. Desta Ndruru menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan tidak melakukan aktivitas berbahaya di area kawah.
"Tetap sehat, kami terus memberikan pengarahan kepada pendaki untuk tidak turun ke kawah, dan tidak mengganggu CCTV di kawah," ujarnya.
Selain itu, pendaki juga diminta tidak membuang sampah sembarangan dan tetap menjaga kearifan lokal selama berada di kawasan Gunung Dempo. CCTV yang terpasang di area kawah berfungsi sebagai alat pemantau aktivitas vulkanik secara real-time, sehingga gangguannya dapat menghambat deteksi dini.
Gunung Dempo memiliki ketinggian sekitar 3.159 meter di atas permukaan laut dan merupakan gunung berapi aktif. Status waspada tetap berlaku meski aktivitas erupsi menurun. Brigade memastikan pemantauan terus dilakukan secara berkala bekerja sama dengan PVMBG.
Pendaki diimbau untuk selalu mematuhi arahan petugas di lapangan. Jalur pendakian yang dibuka kembali diharapkan tidak hanya meningkatkan kunjungan wisata, tetapi juga mendorong kesadaran akan keselamatan dan kelestarian lingkungan gunung.