BMKG Prakirakan Hujan Ringan Guyur Palembang Sabtu Ini, Warga Diimbau Waspada Saat Beraktivitas di Luar Ruangan

Penulis: Hendra Mukhtar  •  Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:49:01 WIB
BMKG memperkirakan hujan ringan mengguyur Palembang pada Sabtu ini, warga diimbau waspada.

PALEMBANG — Warga Palembang yang memiliki rencana beraktivitas di luar ruangan pada Sabtu ini perlu bersiap. BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang akan turun di ibu kota Provinsi Sumatera Selatan tersebut.

Prakirawan BMKG, Ina Indah, menyampaikan bahwa Palembang masuk dalam daftar kota yang diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Kondisi serupa juga diprakirakan terjadi di sejumlah kota besar lainnya seperti Medan, Padang, Bandung, Surabaya, dan Makassar.

Wilayah Lain Berpotensi Hujan Lebat, Manado dan Lampung Disertai Petir

Situasi berbeda terjadi di beberapa wilayah lain. BMKG memprakirakan hujan lebat disertai kilat akan terjadi di Bengkulu, Bandar Lampung, dan Banjarmasin. Sementara itu, Manado diprakirakan akan diguyur hujan lebat yang disertai petir.

"Sementara Bengkulu, Bandar Lampung, dan Banjarmasin, diprakirakan hujan lebat disertai kilat," ujar Ina Indah dalam siaran resmi BMKG di Jakarta, Sabtu.

Di sisi lain, Kota Kupang diprakirakan akan cerah berawan. Sementara Banda Aceh, Pekanbaru, Jambi, dan Jakarta diperkirakan hanya akan berawan tanpa hujan signifikan.

Cuaca Ekstrem? Ini yang Perlu Dilakukan Warga

Menghadapi prakiraan cuaca ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Warga yang hendak bepergian disarankan untuk selalu memantau perkembangan cuaca terkini.

"Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan dan bisa memantau perkembangan cuaca melalui aplikasi Info BMKG atau akun media sosial resmi @infobmkg," kata Ina Indah.

Pemantauan cuaca secara berkala menjadi penting, terutama bagi mereka yang bekerja di sektor transportasi, konstruksi, atau memiliki aktivitas di area terbuka.

Mengapa Prakiraan Cuaca di Indonesia Begitu Rumit?

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan bahwa prediksi musim di Indonesia memiliki tingkat kompleksitas yang sangat tinggi. Hal ini disebabkan oleh interaksi tiga faktor laut berskala besar dan karakteristik geografis lokal yang unik.

"Suhu muka laut perairan Indonesia mempengaruhi karakter musim satu dua bulan ke depan. Lalu Samudera Hindia dengan IOD memiliki pengaruh terhadap curah hujan khususnya bagian barat, serta Samudera Pasifik dengan El Nino dan La Nina yang mempengaruhi curah hujan dalam skala inter-tahunan," jelas Ardhasena.

Faktor-faktor ini semakin rumit ketika berinteraksi dengan kondisi geografis Indonesia yang berbentuk kepulauan dan memiliki bentangan pegunungan di bagian tengah pulau. Topografi tersebut menciptakan anomali iklim lokal yang sangat spesifik, seperti di pesisir barat Sumatera yang curah hujannya dipengaruhi Bukit Barisan, sehingga karakternya berbeda dengan wilayah di sisi timurnya seperti Riau dan Jambi.

Reporter: Hendra Mukhtar
Sumber: sumsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top