SUMATERA SELATAN — Layanan bank emas yang dijalankan oleh dua BUMN itu mencatatkan volume pengelolaan yang signifikan. Dari total 177 ton emas yang dikelola, sebagian besar berasal dari aktivitas Pegadaian yang selama ini menjadi garda depan dalam bisnis gadai dan perdagangan emas ritel. Sementara BSI turut berkontribusi melalui layanan bullion yang menyasar segmen perbankan syariah.
Ekosistem Baru untuk Pasar Emas Nasional
Dony Oskaria mengatakan, pencapaian ini tidak lepas dari langkah strategis yang diambil setahun lalu, tepatnya saat Presiden Prabowo Subianto meresmikan Indonesia Bullion Market Association (IBMA). Kehadiran asosiasi ini menjadi wadah bagi para pelaku industri untuk membangun pasar bullion yang lebih terintegrasi dan transparan.
“Kalau ekosistemnya kuat dan semua pelaku bisa jalan bareng, industri emas kita bakal punya nilai tambah yang jauh lebih besar,” ujar Dony dalam keterangan resmi pada Jumat (17/7).
Menurut Dony, dengan sinergi yang terbangun, pemerintah berharap proses hilirisasi emas bisa berjalan lebih cepat. Selain itu, pengembangan produk dan layanan berbasis emas juga diyakini bakal semakin luas, sehingga produktivitas aset emas nasional meningkat.
Target: Pusat Bank Emas Asia Tenggara
Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun industri emas yang lebih modern dan inklusif. Dony menegaskan bahwa pengelolaan emas bukan sekadar soal perdagangan, melainkan juga bagaimana komoditas ini bisa menjadi penggerak ekonomi nasional.
“Ini bukan cuma soal perdagangan emas, tapi juga bagaimana emas bisa jadi penggerak ekonomi nasional,” kata Dony.
Dengan ekosistem yang semakin matang, Indonesia disebut berpeluang memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat pasar bank emas di kawasan Asia Tenggara. Hal ini sejalan dengan tren global yang kian melirik emas sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi.
Ke depan, BP BUMN akan terus mendorong integrasi antar pelaku industri agar standar pasar bullion Indonesia setara dengan negara-negara maju. Jika berhasil, bukan hanya nilai tambah yang diraup, tetapi juga kepercayaan investor global terhadap pasar emas Tanah Air.