Pelni Tunjuk Eks Bos InJourney Aviation Jadi Dirut, Pengamat Soroti Minimnya Pengalaman Maritim

Penulis: Burhanuddin Yahya  •  Senin, 22 Juni 2026 | 12:57:01 WIB
Budi Setyawan Wijaya resmi menjabat Direktur Utama Pelni menggantikan posisi sebelumnya.

SUMATERA SELATAN — Keputusan RUPS Pelni mengganti dua direktur utama menuai sorotan tajam dari pengamat maritim. Budi Setyawan Wijaya, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama PT Integrasi Aviasi Solusi (InJourney Aviation Services/IAS), dinilai tidak memiliki pengalaman di sektor kelautan dan logistik.

Direktur Eksekutif The National Maritime Institute (Namarin), Siswanto Rusdi, secara terbuka meragukan arah baru perusahaan. "Masa kejayaan Pelni ini sudah redup, tiba-tiba direksi diganti dengan orang yang background-nya tidak tahu bisnis maritim, tambah mau dibawa ke mana, apa terobosan dirut baru?" tegasnya di Jakarta, Senin, 22 Juni 2026.

Profil Dirut Baru: Jaringan Telekomunikasi dan Penerbangan

Budi Setyawan Wijaya bukanlah wajah baru di dunia BUMN. Sebelum memimpin IAS, ia pernah menjabat sebagai Direktur Strategic Portfolio PT Telkom Indonesia Tbk (2020-2025) dan Komisaris Telkomsigma (2023-2025). Portofolionya lebih banyak berkutat di sektor teknologi, digital, dan penerbangan, bukan logistik maritim.

Pengalaman terakhirnya di IAS memang menangani layanan pendukung bandara dan aviasi, yang secara operasional berbeda dengan pengelolaan kapal penumpang dan kargo milik Pelni. Kekhawatiran pun muncul: apakah transformasi digital yang ia gagas di Telkom bisa direplikasi di atas kapal?

Kejayaan yang Meredup, Beban yang Menumpuk

Pelni, yang dululu dikenal sebagai tulang punggung konektivitas antarpulau, kini menghadapi tantangan berat. Armada kapal yang menua, persaingan ketat dari maskapai penerbangan murah, serta efisiensi operasional yang stagnan menjadi pekerjaan rumah yang tak kunjung usai.

Tanpa pemahaman mendalam tentang rantai pasok maritim, biaya bunker (bahan bakar kapal), atau regulasi pelayaran, para pengamat meragukan gebrakan yang bisa dilakukan Budi. "Ini bukan soal pintar atau tidaknya, tapi soal relevansi. Memimpin perusahaan kapal tanpa tahu seluk-beluk pelayaran ibarat pilot yang belum pernah terbang," ujar Siswanto.

Yang Perlu Dilakukan Dirut Baru

RUPS juga menunjuk Triswahyu Herlina sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko. Kombinasi antara direktur utama dari latar belakang teknologi dan direktur keuangan baru ini diharapkan bisa membenahi struktur biaya yang selama ini membebani Pelni.

Namun, tantangan pertama Budi bukanlah digitalisasi, melainkan kepercayaan. Para pemangku kepentingan, mulai dari pegawai hingga pengguna jasa, menunggu bukti nyata. Bisakah ia membalikkan tren penurunan pangsa pasar angkutan laut? Atau justru akan menjauhkan Pelni dari DNA-nya sebagai perusahaan pelayaran?

Investasi mengandung risiko. Keputusan strategis Pelni ke depan akan menentukan apakah perusahaan ini bisa kembali berjaya atau semakin tenggelam di era persaingan transportasi modern.

Reporter: Burhanuddin Yahya
Sumber: ekbis.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top