SUMATERA SELATAN — Guyonan itu terlontar di sela-sela acara yang dihadiri para pembantunya. Prabowo mengaku heran melihat sambutan antusias yang diterima Bahlil, yang berbeda dari biasanya. “Saya heran, Bahlil dapat tepuk tangan riuh. Gara-gara harga BBM nggak naik?” ujar Prabowo, disambut tawa para hadirin.
Kelakar Presiden ini langsung menjadi perhatian, mengingat posisi Bahlil sebagai menteri yang membidangi energi. Sepanjang 2024–2025, isu kenaikan harga BBM subsidi menjadi salah satu topik paling sensitif. Pemerintah sebelumnya berulang kali menyatakan akan mengkaji ulang skema subsidi agar lebih tepat sasaran, namun hingga kini harga BBM jenis Pertalite dan Solar bersubsidi masih dipertahankan.
Pernyataan Prabowo, meski dibungkus humor, ditangkap sebagai isyarat bahwa kebijakan menahan harga BBM subsidi merupakan keputusan strategis yang berdampak luas. Di satu sisi, kebijakan ini meredam potensi gejolak sosial dan menjaga daya beli masyarakat. Di sisi lain, beban subsidi energi terus membengkak dan menggerogoti ruang fiskal negara.
Bahlil sendiri memiliki tugas berat mengelola pasokan energi nasional. Ia harus menyeimbangkan antara kebutuhan menjaga harga energi tetap terjangkau bagi rakyat dan tekanan untuk mengurangi impor minyak mentah yang menguras devisa. Tepuk tangan yang diterimanya bisa diartikan sebagai apresiasi atas keberhasilannya menahan harga BBM di tengah gejolak harga minyak dunia yang masih fluktuatif.
“Kami selalu berupaya mencari formula terbaik. Yang jelas, keputusan Presiden untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi adalah keputusan yang sangat populis dan melindungi masyarakat kecil,” kata seorang pejabat Kementerian ESDM yang enggan disebut namanya, menanggapi kelakar Presiden.
Para pengamat politik menilai, cara Prabowo menyampaikan kekagetan atas sambutan Bahlil adalah bentuk komunikasi politik yang khas. Humor tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi para menterinya bahwa kebijakan yang menyentuh hajat hidup orang banyak akan selalu diaw ketat dan menjadi barometer kepuasan publik. Isyarat dari pucuk pimpinan ini bisa menjadi sinyal bahwa kebijakan harga BBM akan tetap menjadi prioritas utama yang tidak boleh diubah secara tiba-tiba tanpa perhitungan matang.
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada pernyataan resmi lebih lanjut dari Istana maupun Kementerian ESDM mengenai rencana perubahan harga BBM subsidi. Kelakar Presiden di acara internal itu, setidaknya, telah menjadi pengingat betapa urusan energi selalu menjadi panggung politik yang paling dinantikan publik.