Pencarian

8 Tuntutan Disuarakan Ratusan Mahasiswa di Depan Gedung DPRD Sumsel, dari Harga BBM hingga RUU Perampasan Aset

Senin, 15 Juni 2026 • 20:13:31 WIB
8 Tuntutan Disuarakan Ratusan Mahasiswa di Depan Gedung DPRD Sumsel, dari Harga BBM hingga RUU Perampasan Aset
Ratusan mahasiswa menyuarakan delapan tuntutan di depan Gedung DPRD Sumsel, Palembang.

PALEMBANG — Semangat massa terus membuncah saat orasi bergiliran disampaikan di atas mobil komando. Satu per satu tuntutan dibacakan, disambut pekikan yel-yel dan kibaran bendera bertuliskan "Tolak Indonesia Gelap" yang mencolok di tengah lautan almamater.

Apa Saja yang Dituntut Mahasiswa?

Dalam aksi yang berlangsung sejak siang hari itu, mahasiswa menyampaikan delapan poin utama. Tuntutan tersebut tidak hanya menyasar pemerintah pusat, tetapi juga mengkritik kinerja DPRD Sumsel sebagai wakil rakyat di daerah.

  • Ekonomi rakyat: Menuntut DPR lebih maksimal menjalankan fungsi pengawasan, menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, dan menolak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
  • Stabilitas moneter: Mendesak pemerintah menjaga nilai tukar rupiah agar daya beli masyarakat tidak tergerus lebih dalam.
  • Evaluasi program strategis: Meminta evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih yang dinilai belum tepat sasaran.
  • Penegakan hukum: Mendesak percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset, serta menolak penyelesaian perkara sipil melalui peradilan militer.
  • Kritik terhadap aparat: Menolak Undang-Undang Polri dan mengecam tindakan represif terhadap masyarakat yang menyampaikan pendapat di muka umum.

Mahasiswa Tegaskan Peran sebagai Pengawal Kebijakan

Koordinator BEM Nusantara Sumsel, Ilham, dalam orasinya menegaskan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab menjadi penyambung suara masyarakat. Menurutnya, aksi ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bentuk perlawanan ketika berbagai persoalan dinilai belum mendapatkan solusi memadai.

"Kami hadir untuk menyampaikan aspirasi masyarakat. Mahasiswa harus tetap menjadi pengawal kebijakan publik dan mengingatkan pemerintah ketika ada kebijakan yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat," ujarnya di hadapan peserta aksi.

Ilham juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga ketertiban dan tidak terpancing provokasi. Ia secara khusus meminta solidaritas antarpeserta, termasuk memberikan perhatian kepada mahasiswa perempuan yang ikut dalam demonstrasi.

Semangat Aksi: 'Selama Tuntutan Belum Didengar'

Semangat massa semakin menguat saat Ilham menegaskan komitmen untuk terus mengawal setiap tuntutan hingga mendapat respons nyata dari pemerintah dan lembaga terkait. "Selama tuntutan belum didengar, kami akan terus mengawal dan menyuarakannya," tegasnya yang langsung disambut gemuruh sorakan peserta.

Sepanjang aksi, aparat kepolisian bersiaga di titik-titik strategis untuk mengatur lalu lintas dan mengantisipasi potensi gangguan keamanan. Proses penyampaian aspirasi berlangsung tertib hingga massa perlahan membubarkan diri menjelang sore hari.

Bagikan
Sumber: sumsel.akurat.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks