PALEMBANG — Rapat koordinasi persiapan festival dipimpin Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palembang, K.M. Isnaini Madani, di Ruang Rapat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palembang, Kamis (30/7/2026). Sejumlah perangkat daerah dan pemangku kepentingan dilibatkan untuk memastikan keamanan, kelancaran, dan daya tarik wisata dari ajang tahunan ini.
Mengapa Lokasi Bergeser ke Keramasan?
Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, Muhammad Irman, menyebut pemindahan venue dari Benteng Kuto Besar ke Keramasan merupakan penyesuaian teknis. Kawasan BKB masih dalam tahap revitalisasi sehingga belum bisa digunakan untuk kegiatan berskala besar.
"Penyelenggaraan festival tetap diarahkan untuk mempertahankan karakter budaya yang menjadi ciri khas Kota Palembang. Lokasi baru justru diharapkan mampu memberikan pengalaman berbeda tanpa menghilangkan esensi tradisinya," ujar Irman.
Esensi Budaya, Bukan Sekadar Lomba
Isnaini Madani menegaskan bahwa Festival Perahu Bidar bukan sekadar perlombaan olahraga tradisional. Ajang ini merupakan warisan budaya yang telah menjadi identitas masyarakat Palembang sejak lama.
"Festival Perahu Bidar merupakan salah satu ikon budaya Kota Palembang yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Persiapan yang matang menjadi kunci agar pelaksanaan tahun ini berjalan sukses dan memberikan manfaat bagi masyarakat maupun sektor pariwisata," kata Isnaini.
Penyesuaian Teknis di Lintasan Baru
Pemkot akan menyesuaikan konsep perlombaan dengan kondisi lintasan di Keramasan. Beberapa aspek yang diatur ulang meliputi jumlah perahu yang bertanding dalam satu heat, panjang lintasan, hingga durasi pertandingan. Faktor keselamatan peserta tetap menjadi prioritas utama tanpa mengorbankan kualitas kompetisi.
Selain teknis lomba, rapat koordinasi juga membahas pengaturan lalu lintas, keamanan, dan kenyamanan penonton. Panitia mulai memetakan kebutuhan fasilitas pendukung bagi peserta dan pengunjung.
Target Peserta dan Dampak Ekonomi
Pendaftaran peserta Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 telah dibuka. Pemkot menargetkan lebih dari 10 tim akan ambil bagian. Partisipasi masyarakat diharapkan meningkat agar festival tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat persatuan dan melestarikan budaya lokal.
Pemkot juga berharap festival ini mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan sektor pariwisata yang memanfaatkan momentum meningkatnya jumlah pengunjung. Melalui penyelenggaraan tahun ini, kunjungan wisatawan ke Palembang ditargetkan naik sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Sungai Musi ke khalayak lebih luas.