SUMATERA SELATAN — Dinda Hauw dan Rey Mbayang memilih menunda program kehamilan anak ketiga meski mendambakan anak perempuan. Keputusan ini diambil karena keduanya tengah fokus menyelesaikan pembangunan rumah baru sebelum menambah momongan.
Pasangan selebritas Dinda Hauw dan Rey Mbayang mengungkapkan keinginan menambah momongan. Meski berharap dikaruniai anak perempuan, keduanya belum berencana menjalani program hamil dalam waktu dekat.
Pemilik nama asli Nyimas Khodijah Nasthiti Adinda ini menyebut dirinya dan Rey Mbayang masih fokus membangun rumah. Rencana promil anak ketiga kemungkinan baru dipertimbangkan setelah rumah baru selesai dan mereka pindah ke sana.
Alasan Tunda Promil Anak Ketiga
Dinda Hauw menegaskan keinginan memiliki anak perempuan tetap ada. Namun, prioritas saat ini adalah menyelesaikan proyek rumah yang sedang berjalan.
"Nambah anak kayaknya nanti dulu ya. Pengen sih anak perempuan cuman nanti dululah, apalagi kite berdua lagi bangun rumah," ujar Dinda Hauw dikutip dari YouTube Insertlive.
Perempuan 29 tahun ini belum bisa memastikan kapan program hamil akan dimulai. Ia hanya menyebut kemungkinan besar setelah pindah ke rumah baru.
"Doain ya teman-teman semuanya jadi masih belum tahu. Mungkin setelah pindah ke rumah baru," tuturnya.
Rey Mbayang Beberkan Progres Rumah Baru
Rey Mbayang memberikan kabar terbaru soal pembangunan rumah mereka. Bagian struktural sudah selesai, kini masuk tahap finishing yang butuh waktu cukup lama.
"Doain semuanya yah. strukturalnya sudah beres alhamdulillah tinggal finishing, cuman tinggalnya itu yang sebenarnya butuh waktu cukup lama. Yang pasti kita minta doanya, bangun rumahnya dilancarkan, semoga rumahnya banyak bawa berkah buat kita," kata Rey Mbayang.
Keputusan menunda promil ini disepakati bersama demi kenyamanan dan fokus keluarga. Keduanya ingin menyelesaikan proyek rumah terlebih dahulu sebelum menambah anggota baru.
Keinginan Rey Mbayang Punya Anak Perempuan
Aktor asal Manado ini menjelaskan alasan dirinya mendambakan anak perempuan. Menurutnya, kehadiran anak perempuan sering menjadi perekat dan pemersatu keluarga.
"Pengennya penutupnya anak perempuan. Soalnya yang kita lihat sejauh ini dari saudara-saudara sekeliling anak perempuan tuh keknya bisa nyatuin keluarga gitu," tutur Rey Mbayang dikutip dari YouTube Maia Al El Dul TV.
Rey juga memandang kehadiran anak perempuan sebagai proses refleksi diri. Ia ingin memastikan nilai-nilai yang ditanamkan sejak dini tercermin dalam cara anak-anaknya memperlakukan pasangan mereka nanti.
"Anak kita bakal nikah sama anak orang perempuan, jadi otomatis kita refleksi aja. Kita enggak mau anak perempuan kita diginiin, ya kita perlakukan baik juga anak perempuan istri anak-anak kita nanti," ungkapnya.
Cerita Dinda Hauw Sempat Keguguran Bayi Kembar
Sebelum keinginan promil anak ketiga muncul, Dinda Hauw pernah mengalami keguguran. Saat itu, ia sedang mengandung calon anak keduanya yang ternyata kembar.
"Soalnya aku kemarin sempat keguguran sebelum anak yang kedua. Nah itu kembar kalau jadi," kata Dinda Hauw.
Usia kehamilannya saat itu sudah masuk dua bulan. Ia sempat melihat hasil USG yang menunjukkan ada dua kantong janin dan dua detak jantung.
"Dua bulan(usia kehamilan) tapi ada dua kantong," tutur Dinda Hauw. "Dua detak jantung udah ada," imbuh Rey Mbayang.
Dinda mengaku sedih harus kehilangan calon dua anak kembarnya. Terlebih, ia tidak menyadari sedang hamil kembar saat itu.
"Ya sedih pasti cuman memang itu kita juga enggak tahu kalau aku hamil, tahunya pas belakangan. Pas udah keguguran baru kaya oh iya ya," tuturnya.
Dua Putra yang Sudah Dikaruniai
Pasangan yang menikah 10 Juli 2020 melalui proses taaruf ini telah dikaruniai dua orang putra. Keduanya adalah Arshakalif Muhammad Mbayang dan Arashkaba Muhammad Mbayang.
Keputusan menunda promil ini murni demi kenyamanan keluarga. Dinda dan Rey ingin memastikan rumah baru selesai sebelum menyambut anggota baru.
Bagi Bunda yang sedang merencanakan program hamil, keputusan Dinda Hauw dan Rey Mbayang bisa jadi bahan pertimbangan. Menunda promil bukan berarti menyerah pada impian, melainkan memilih waktu yang tepat agar seluruh keluarga siap menyambutnya.