Pencarian

KAI Usul Impor KRL Bekas, Antisipasi Krisis Armada 2026-2029

Kamis, 24 September 2026 • 14:05:00 WIB
KAI Usul Impor KRL Bekas, Antisipasi Krisis Armada 2026-2029
KAI mengusulkan impor KRL bekas untuk mengantisipasi keterbatasan armada Jabodetabek pada 2026-2029.

SUMATERA SELATANPT Kereta Api Indonesia (KAI) mengusulkan impor kereta rel listrik (KRL) bekas pakai dari luar negeri untuk menambah armada menjelang ancaman krisis KRL Jabodetabek pada periode 2026-2029. Usulan ini muncul karena jumlah penumpang terus meningkat sementara armada yang tersedia makin terbatas.

Mengapa Armada KRL Terancam Krisis

Jumlah pengguna KRL Jabodetabek terus bertambah setiap tahun. Lonjakan penumpang ini membuat okupansi kereta makin padat, terutama pada jam sibuk pagi dan sore. Sementara itu, sebagian armada yang beroperasi saat ini sudah berusia tua dan memerlukan perawatan intensif.

Tanpa penambahan kereta baru, KAI memproyeksikan kapasitas angkut tidak akan mampu menampung permintaan pada periode 2026 hingga 2029. Kondisi ini berpotensi menurunkan kualitas layanan, mulai dari keterlambatan hingga kepadatan yang tidak nyaman bagi penumpang.

Skema Impor Kereta Bekas yang Diusulkan

KAI mengusulkan mendatangkan KRL bekas pakai dari luar negeri sebagai solusi jangka pendek. Kereta bekas dinilai bisa lebih cepat tersedia dibandingkan menunggu produksi kereta baru yang memakan waktu lebih lama.

Usulan ini belum merinci negara asal maupun jumlah unit yang akan diimpor. Namun, langkah tersebut diharapkan dapat menambah kapasitas angkut secara signifikan sebelum armada baru dari pabrikan siap beroperasi.

Dampak bagi Pengguna KRL Jabodetabek

Bagi penumpang harian, penambahan armada berarti ruang lebih lega di dalam kereta dan frekuensi perjalanan yang lebih tinggi. Pengguna yang selama ini berdesakan di jam sibuk bisa mendapat jadwal keberangkatan yang lebih pendek.

KAI juga perlu memastikan kereta bekas yang diimpor memenuhi standar keselamatan dan kelayakan operasi di Indonesia. Proses sertifikasi dan perawatan awal menjadi tahapan penting sebelum kereta bekas tersebut melayani penumpang.

Penutup: Usulan impor KRL bekas ini menjadi sinyal bahwa kebutuhan transportasi publik di Jabodetabek tumbuh lebih cepat dari kemampuan penyediaan armada. Keputusan akhir soal impor masih menunggu kajian dan persetujuan dari pemangku kepentingan terkait.

Follow halopalembang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks