PALEMBANG — Provinsi Sumatera Selatan kembali bersaing di kancah nasional. TPAKD Sumsel lolos seleksi dan mengikuti Virtual Assessment TPAKD Award 2026 yang diselenggarakan OJK, sebuah ajang tahunan yang menilai kinerja daerah dalam mempercepat akses keuangan inklusif.
Kabar ini menjadi pengakuan atas konsistensi kolaborasi antara Pemprov Sumsel, OJK, Bank Indonesia, DJPb, BPS, Balai Karantina, hingga industri jasa keuangan. Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru memaparkan langsung inovasi daerah di hadapan tim penilai yang terdiri dari OJK, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, akademisi, dan Tony Blair Institute.
Program 100.000 Sultan Muda: Ekosistem Usaha Terintegrasi
TPAKD Sumsel mengusung Program 100.000 Sultan Muda sebagai andalan utama. Program ini bukan sekadar pelatihan kewirausahaan, melainkan ekosistem yang menyelaraskan Asta Cita Presiden, RPJMN 2025–2029, dan prioritas pembangunan daerah.
Hingga Juli 2026, program ini telah menghimpun 10.951 anggota. Sebanyak 182 kegiatan sukses digelar dan menjangkau lebih dari 56.600 peserta, sebuah angka yang menunjukkan dampak nyata di lapangan.
Ekosistem ini diperkuat oleh Sultan Muda Sumsel Center (SMSC), pusat kolaborasi yang mengintegrasikan pemerintah, industri jasa keuangan, akademisi, dan pelaku usaha. Ada pula Kartu Anggota dan Kredit Sultan Muda sebagai instrumen perluasan akses pembiayaan bagi generasi muda.
Dorong Ekspor Kopi dan Kelapa ke Pasar Global
Salah satu terobosan yang disorot adalah Sultan Muda XporA, sebuah inisiatif pembangunan ekosistem ketertelusuran ekspor. Komoditas unggulan seperti kopi dan produk turunan kelapa kini dihubungkan langsung dengan pasar global.
Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan, Arifin Susanto, menegaskan bahwa pihaknya terus menjalankan peran sebagai ecosystem enabler. SMSC dikembangkan untuk memperkuat literasi keuangan, memperluas akses pembiayaan, dan mendorong UMKM yang berdaya saing serta berorientasi ekspor.
Target: Tekan Kemiskinan dan Tingkatkan IPM
Keberhasilan program ini diharapkan berdampak langsung pada indikator ekonomi makro daerah. Targetnya jelas: pertumbuhan ekonomi meningkat, angka pengangguran dan kemiskinan turun, gini ratio membaik, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumatera Selatan naik.
Selain TPAKD Award, Pemprov Sumsel juga menorehkan prestasi lain. Pada 28 Juli 2026, pemerintah daerah mengikuti wawancara dan penjurian Financial Literacy Award (FLA) 2026 sebagai tiga besar finalis nasional, mempresentasikan inovasi literasi keuangan yang terintegrasi dalam Program 100.000 Sultan Muda.
Keikutsertaan dalam dua ajang nasional ini menjadi momentum bagi Sumatera Selatan untuk melanjutkan estafet prestasi. Ajang ini juga menjadi sarana menunjukkan komitmen daerah dalam memperluas akses keuangan yang berdampak nyata bagi masyarakat.