SUMATERA SELATAN — Demba Ba menyebut golnya ke gawang Paris Saint-Germain pada menit 87 sebagai malam paling istimewa sepanjang kariernya bersama Chelsea. Gol itu membawa The Blues ke semifinal Liga Champions 2014 meski sempat tertinggal 1-3 di leg pertama.
Demba Ba mengingat detail malam itu dengan jelas. Chelsea menjamu Paris Saint-Germain di Stamford Bridge untuk leg kedua perempat final Liga Champions, April 2014, dengan beban berat setelah kalah 1-3 di Parc des Princes.
Situasi makin rumit ketika Eden Hazard harus ditarik keluar pada menit 18 karena cedera. Jose Mourinho yang kala itu menangani Chelsea terpaksa mengubah rencana lebih cepat dari perkiraan.
Gol Schurrle Buka Jalan, Mistar Gawang Dua Kali Menghalangi
Andre Schurrle yang masuk menggantikan Hazard mencetak gol pembuka pada menit 32. Gol itu membuat Chelsea hanya butuh satu tambahan gol untuk lolos, mengingat aturan gol tandang masih berlaku saat itu.
Di babak kedua, Chelsea terus menekan. Dua kali bola membentur mistar gawang PSG. Ba menyaksikan semua itu dari bangku cadangan sebelum akhirnya dimasukkan pada menit 66 menggantikan Frank Lampard.
Insting di Kotak Enam dan Selebrasi Mourinho
Ba tidak butuh waktu lama untuk membuktikan keputusan Mourinho. Pada menit 87, ia menyambar bola lepas di kotak enam yard dan mengirimnya ke gawang PSG.
"Saya tidak menjadi starter, tapi saya masuk di menit-menit akhir dan memanfaatkan kesempatan," ujar Ba kepada FourFourTwo. "Saya mencetak gol setelah menyambar bola lepas di kotak enam yard dengan insting dan antisipasi tinggi. Saya rela mati demi bola itu."
Selebrasi pun pecah. Ba berlari ke arah sudut lapangan, diserbu rekan-rekannya. Bahkan Mourinho ikut melompat ke arahnya.
"Saya ingat berlari merayakan gol ke arah sudut; rekan-rekan setim mengerumuni saya, dan bahkan Jose Mourinho melompat ke saya," lanjut Ba. "Itu malam paling istimewa yang saya alami dengan seragam Chelsea."
Warisan Malam Eropa di Stamford Bridge
Gol tersebut mengantar Chelsea ke semifinal Liga Champions, capaian yang menurut Ba jarang ia rasakan sepanjang kariernya. "Saya tidak banyak bermain di semifinal Liga Champions sepanjang karier, dan gol melawan PSG itu membawa kami ke sana," katanya.
Ba juga mengakui bahwa laga itu menuntut sesuatu yang luar biasa dari seluruh skuad. "Kami kalah 3-1 di Paris dan butuh malam yang magis di Stamford Bridge," ujarnya.
Kemenangan atas PSG itu tetap dikenang sebagai salah satu malam Eropa terbaik Chelsea di era Mourinho, dan bagi Ba, momen di menit 87 tersebut menjadi puncak kariernya bersama The Blues.