TANJUNGKARANG — KA Kuala Stabas, kereta ekonomi premium yang menghubungkan Tanjungkarang dan Baturaja, resmi memiliki jadwal terbaru untuk tahun 2026. Layanan yang dikelola PT KAI Daop IV Tanjungkarang ini menawarkan tarif mulai Rp30.000 untuk perjalanan sejauh 215 kilometer dengan waktu tempuh rata-rata 5 jam 35 menit.
Sejak pertama kali beroperasi pada 2018, nama "Kuala Stabas" diambil dari pelabuhan di kawasan Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Pada masa awal, kereta ini hanya melayani satu perjalanan pulang pergi setiap hari dengan pemberhentian di sejumlah stasiun seperti Rejosari, Kotabumi, Blambangan Umpu, hingga Martapura.
Kini, KA Kuala Stabas melayani empat kali perjalanan setiap hari. Untuk rute Tanjungkarang–Baturaja, kereta berangkat pukul 06.30 WIB dan tiba pukul 12.05 WIB, serta pukul 13.30 WIB tiba pukul 19.05 WIB. Sementara untuk rute sebaliknya, Baturaja–Tanjungkarang, jadwal keberangkatan pukul 06.30 WIB tiba pukul 12.15 WIB, dan pukul 14.00 WIB tiba pukul 19.40 WIB.
Sejak 10 Februari 2021, pola operasional diperbarui dan beberapa stasiun seperti Gedungratu, Branti, Rengas, Blambangan Pagar, Kalibalangan, serta Candimas tidak lagi menjadi titik pemberhentian.
KA Kuala Stabas menggunakan rangkaian kelas ekonomi premium. Kursi disusun dengan konfigurasi 2–2, sebagian menghadap searah laju kereta dan sebagian lainnya menghadap arah berlawanan. Satu gerbong berkapasitas sekitar 80 tempat duduk yang dapat direbahkan dan memiliki ruang kaki lebih lega dibandingkan kelas ekonomi reguler.
Fasilitas yang tersedia meliputi pendingin ruangan (AC), toilet, stop kontak, kamera pengawas (CCTV), televisi hiburan, hingga bagasi kabin di bagian atas kursi. Kereta ini juga dilengkapi alat pendeteksi asap rokok, rem darurat, dan peredam suara untuk meningkatkan kenyamanan penumpang.
Pada bagian jendela, KA Kuala Stabas menggunakan kaca panorama dupleks yang dilapisi isolator panas dan tirai penutup. Fitur ini membantu mengurangi panas dari luar selama perjalanan yang berdurasi lebih dari lima jam.