Pencarian

BPBD Sumsel Evaluasi Kesiapan Satgas Karhutla, 6 Helikopter dan Pesawat Patroli Disiagakan Hadapi Puncak Kemarau

Kamis, 25 Juni 2026 • 17:56:31 WIB
BPBD Sumsel Evaluasi Kesiapan Satgas Karhutla, 6 Helikopter dan Pesawat Patroli Disiagakan Hadapi Puncak Kemarau
BPBD Sumsel menggelar rapat evaluasi kesiapan satgas karhutla menghadapi puncak musim kemarau.

PALEMBANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel menggelar rapat evaluasi pengendalian karhutla di kantornya, Kamis (25/6/2026). Rapat ini secara khusus menghadirkan seluruh operator helikopter patroli dan water bombing untuk memastikan armada udara siap operasi saat puncak musim kemarau.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, menegaskan bahwa keberhasilan penanganan karhutla tidak hanya bergantung pada kecepatan pemadaman, tetapi juga efektivitas deteksi dini dan patroli lapangan.

"Kesiapsiagaan harus terus ditingkatkan karena kondisi cuaca mulai mengarah ke musim kemarau. Seluruh unsur satgas harus memahami tugas dan perannya sehingga ketika terjadi kebakaran dapat segera ditangani," ujarnya dalam rapat tersebut.

Armada Udara yang Disiagakan: Patroli hingga Water Bombing

Untuk memperkuat pengendalian karhutla tahun ini, Sumsel telah menyiapkan armada udara yang terdiri dari:

  • Satu unit pesawat Cessna tipe C208B untuk patroli udara.
  • Satu unit helikopter patroli tipe AS 355 PK RTG.
  • Lima unit helikopter water bombing.

Ketersediaan armada tersebut diharapkan mampu mempercepat deteksi titik panas dan respons pemadaman sebelum kebakaran meluas, terutama di wilayah-wilayah yang menjadi langganan karhutla.

Fokus Evaluasi: Hotspot, Sumber Air, dan Koordinasi Lintas Instansi

Dalam rapat evaluasi, sejumlah aspek menjadi perhatian utama. Mulai dari pemantauan hotspot, kesiapan armada udara, ketersediaan sumber air untuk operasi water bombing, hingga strategi pencegahan di daerah-daerah rawan.

Kehadiran unsur BMKG menjadi krusial untuk memberikan informasi perkembangan cuaca dan potensi wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran lahan. Rapat ini juga dihadiri perwakilan BNPB, Lanud Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Dinas Kehutanan Sumsel, Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Sumsel, serta Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera.

Mengapa Evaluasi Ini Dilakukan Sekarang?

Menurut Sudirman, evaluasi dilakukan untuk melihat kesiapan personel, sarana-prasarana, hingga pola koordinasi antarinstansi. Hal ini menyusul prediksi peningkatan potensi karhutla yang memasuki puncak musim kemarau.

"Seluruh unsur satgas harus memahami tugas dan perannya," tegas Sudirman, menekankan bahwa sinergi lintas instansi menjadi kunci utama dalam pengendalian karhutla di Sumsel.

Bagikan
Sumber: sumsel.akurat.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks