SUMATERA SELATAN — Gaikindo mencatat, sejak Juli 2008 hingga Desember 2025, realisasi impor melalui skema User Specific Duty-Free Scheme (USDFS) mencapai 8,25 juta ton dengan nilai sekitar USD800 miliar. Program pembebasan bea masuk untuk bahan baku dan komponen yang belum bisa diproduksi di dalam negeri ini dinilai mampu menekan biaya produksi. Dari total 74 perusahaan penerima fasilitas, 57 di antaranya merupakan perusahaan otomotif.
Kebijakan PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) juga disebut berhasil memulihkan permintaan pasar. Insentif ini dimanfaatkan oleh hampir seluruh produsen yang memiliki pabrik di Indonesia, seperti Toyota, Daihatsu, Honda, Mitsubishi, Suzuki, Nissan, dan Isuzu. Syaratnya, kendaraan harus memenuhi ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Menurut Gaikindo, kebijakan ini tidak hanya menjaga utilisasi pabrik, tetapi juga melindungi lapangan kerja di sektor manufaktur. "Berbagai kebijakan yang diterapkan, mulai dari pemberian fasilitas investasi, insentif fiskal, hingga forum dialog yang rutin dengan pelaku industri, merupakan bentuk nyata upaya pemerintah," ujar Anton Kumonty dalam keterangannya, Senin (29/6/2026).
Komitmen pemerintah terhadap kendaraan ramah lingkungan juga diapresiasi. Program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) yang mencakup LCGC, Hybrid Electric Vehicle (HEV), hingga Battery Electric Vehicle (BEV) dinilai berhasil mempercepat investasi. Program ini mendorong pengembangan elektrifikasi sekaligus meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri.
Forum komunikasi strategis seperti Indonesia–Japan Automobile Dialogue dan Biofuel Co-Creation Task Force Meeting menjadi wadah rutin antara pemerintah dan prinsipal. Dari forum tersebut, terbentuk Working Group on Biofuel Co-Creation Task Force untuk mempercepat pengembangan biofuel di Indonesia.
Gaikindo menilai Jepang tetap menjadi mitra strategis. Dalam lima tahun terakhir, Jepang memperkuat rantai pasok melalui pembangunan Pelabuhan Patimban di Subang dan Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) atau proving ground di Bekasi. Ketua Bidang Pengembangan Pasar Gaikindo, Jongkie Sugiarto, mengatakan dukungan terhadap investor Jepang juga menarik perhatian produsen asal Tiongkok.
"Beberapa perusahaan otomotif dari Tiongkok yang mulai berinvestasi di Indonesia berharap mendapatkan dukungan serupa dari pemerintah agar dapat menjalankan rencana investasi jangka panjangnya," kata Jongkie. Hal ini menjadi sinyal positif bahwa Indonesia masih menjadi tujuan investasi global.
Sebagai sektor strategis penyumbang ekonomi nasional, Gaikindo mengusulkan agar dukungan kebijakan bersifat berkelanjutan. Tidak hanya untuk kendaraan listrik, tetapi juga untuk semua jenis kendaraan. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan pasar dan keberlangsungan industri di tengah transisi teknologi.