Ekspor Sumsel Tembus 3.978 Sertifikat, Karantina dan IPC Palembang Bentuk Forum Atasi Kendala Logistik

Penulis: Hendra Mukhtar  •  Selasa, 30 Juni 2026 | 03:38:01 WIB
Karantina Sumsel mencatat peningkatan sertifikat ekspor hingga 3.978 pada tahun 2025.

PALEMBANG — Jumlah sertifikat ekspor yang diterbitkan Karantina Sumatera Selatan melonjak 36,4 persen dalam setahun terakhir. Hingga tahun 2025, lembaga itu telah menerbitkan 3.978 sertifikat, naik signifikan dari 3.030 sertifikat pada tahun 2024. Data hingga 24 Juni 2026 mencatat 1.002 sertifikat telah diterbitkan.

Lonjakan ini mendorong Karantina Sumsel dan PT IPC Terminal Petikemas Area Palembang menginisiasi forum bertajuk “Ngobrol Santai Bareng Shipper, Kupas Tuntas Permasalahan Logistik Ekspor”. Acara digelar di Kantor Karantina Sumsel untuk menjembatani komunikasi antara regulator, operator pelabuhan, dan pelaku usaha.

Komoditas Unggulan dan Tujuan Ekspor

Kepala Karantina Sumatera Selatan, Sri Endah Ekandari, menyebutkan bahwa komoditas ekspor utama daerah ini didominasi oleh karet lempeng, kelapa bulat, Palm Kernel Expeller (PKE), kayu olahan, dan minyak kelapa mentah. Produk hilirisasi perkebunan seperti kopi, santan, dan pakan hewan juga masuk dalam daftar komoditas unggulan.

“Tantangan logistik ekspor hanya dapat diatasi melalui koordinasi dan kerja sama yang baik antara pemerintah, operator pelabuhan, perusahaan pelayaran, serta pelaku usaha,” ujar Sri Endah dalam sambutannya.

Lima negara tujuan utama ekspor Sumsel adalah Tiongkok, India, Vietnam, Malaysia, dan Singapura. Data ini menunjukkan permintaan pasar internasional terhadap produk perkebunan asal Sumatera Selatan masih tinggi.

Masalah Kontainer dan Pelayaran Jadi Sorotan

Dalam forum tersebut, PT IPC Terminal Petikemas Area Palembang memaparkan kondisi terkini logistik ekspor. Beberapa isu yang mengemuka antara lain dinamika pelayaran internasional, ketersediaan kontainer dan reefer, serta kesiapan fasilitas terminal untuk mendukung arus ekspor.

Asosiasi dan pelaku usaha yang hadir tidak hanya mendengar, tetapi juga menyampaikan masukan langsung. Keluhan terkait jadwal pelayaran yang tidak menentu dan keterbatasan kontainer menjadi topik utama yang dibahas.

“Kami mendapat sejumlah masukan dari pelaku usaha yang akan menjadi bahan evaluasi bersama guna meningkatkan kualitas layanan logistik ekspor di Sumatera Selatan,” jelas Sri Endah.

Apa Langkah Selanjutnya?

Forum ini merupakan langkah awal dari rangkaian koordinasi yang direncanakan berkelanjutan. Karantina Sumsel dan IPC Palembang sepakat untuk menindaklanjuti setiap masukan yang masuk dan menyusun solusi konkret dalam waktu dekat.

Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat daya saing produk ekspor Sumsel di pasar global, terutama di tengah persaingan ketat dengan daerah penghasil komoditas serupa di Indonesia.

Reporter: Hendra Mukhtar
Sumber: suarapublik.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top