SUMATERA SELATAN — Program B50 merupakan kelanjutan dari kebijakan B35 dan B40 yang sudah berjalan. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut uji teknis yang dilakukan bersama timnya menunjukkan hasil yang sangat baik. Implementasi nasional akan dilakukan bertahap, bersamaan dengan habisnya distribusi stok B40 yang diperkirakan memerlukan masa transisi sekitar tiga bulan.
Kementerian ESDM menguji B50 pada berbagai kategori kendaraan. Untuk mobil penumpang—SUV dan MPV diesel modern yang selama ini sudah menggunakan B35 atau B40—hasil pengujian menunjukkan performa dan keandalan mesin tetap positif. Sementara itu, truk angkutan barang, pikap diesel, dan bus juga masuk dalam daftar kendaraan yang diuji karena memiliki jam operasional tinggi, sehingga menjadi indikator penting ketahanan bahan bakar.
Bagi pelaku usaha logistik, penggunaan B50 berpotensi mendukung operasional yang lebih berkelanjutan tanpa harus langsung mengganti armada yang sudah kompatibel. Namun, kondisi mesin, usia kendaraan, dan sistem bahan bakar tetap menjadi faktor penentu.
Pemerintah tidak hanya fokus pada kendaraan pribadi. Pengujian B50 juga mencakup alat berat pertambangan seperti excavator, bulldozer, dan dump truck, traktor serta mesin pertanian, kendaraan taktis (rantis), kapal bermesin diesel, lokomotif kereta api, dan generator diesel (genset).
Pengujian lintas sektor ini memastikan B50 siap mendukung industri, pertanian, transportasi, hingga pertambangan. Hasil sementara menunjukkan performa kendaraan tetap berjalan baik selama menggunakan spesifikasi mesin yang sesuai.
Meski hasil uji pemerintah menggembirakan, bukan berarti seluruh mobil diesel otomatis bisa langsung menggunakan B50. Setiap pabrikan memiliki rekomendasi spesifik berdasarkan desain mesin dan sistem bahan bakar. Mobil yang masih tergolong baru dan rutin diservis di bengkel resmi umumnya memiliki peluang lebih besar untuk beradaptasi.
Pemilik kendaraan disarankan mengecek buku manual atau mengonfirmasi ke pabrikan sebelum mengisi tangki dengan B50. Langkah ini penting untuk menjaga performa mesin tetap optimal dan meminimalkan risiko masalah di kemudian hari.