PALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) untuk memperkuat akses pembiayaan dan pendampingan bagi pelaku usaha perkebunan kelapa. Langkah ini ditempuh agar komoditas kelapa asal Sumsel mampu bersaing di pasar internasional yang sudah mencakup China, Thailand, dan Vietnam.
Herman Deru, saat meninjau salah satu gudang kelapa di Palembang, Selasa, mengungkapkan bahwa gudang tersebut menjadi sentra pengumpulan yang memasok kebutuhan ekspor. "Perlu ada pendampingan dari OJK dan Bank Indonesia agar usaha seperti ini bisa terus berkembang dan memiliki akses pembiayaan yang lebih baik," katanya.
Ia menjelaskan, ekspor kelapa Sumsel saat ini berjalan rutin ke China, Thailand, dan Vietnam. Menariknya, Thailand yang dikenal sebagai negara penghasil kelapa justru menjadi salah satu pasar tujuan komoditas asal Sumsel.
Selain mendongkrak ekspor daerah, usaha perkebunan kelapa ini juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Saat ini, usaha yang dijalankan telah mempekerjakan sekitar 90 orang dan berpotensi terus bertambah seiring meningkatnya permintaan pasar.
"Pemerintah hadir sebagai fasilitator, menjembatani berbagai kebutuhan pelaku usaha agar mereka dapat berkembang dan membuka lapangan kerja yang lebih luas," jelas Herman Deru.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, produksi kelapa rakyat di Sumatera Selatan pada 2025 mencapai 61,7 ribu ton. Sementara luas areal perkebunan kelapa mencapai 69.239 hektare, dengan sebagian besar—atau sekitar 69,71 persen—berpusat di Kabupaten Banyuasin yang memiliki lahan seluas 48.266 hektare.
Meski potensinya besar, Gubernur mengakui sebagian tanaman kelapa telah berusia tua. Oleh karena itu, diperlukan program peremajaan dan perluasan areal tanam untuk menjaga keberlanjutan pasokan bahan baku.
Herman Deru menekankan, dukungan lembaga keuangan sangat dibutuhkan agar pelaku usaha, khususnya pengusaha muda, memiliki akses lebih luas terhadap pembiayaan dan pengembangan usaha. Dengan begitu, kapasitas produksi dan volume ekspor bisa terus ditingkatkan.