Cerita Sunai Eva, dari KUR BRI Rp200 Juta hingga Jadi BRILink Agen yang Bikin Usaha di Pasar Pagi Palembang Naik Kelas

Penulis: Burhanuddin Yahya  •  Jumat, 03 Juli 2026 | 11:53:01 WIB
Sunai Eva memanfaatkan KUR BRI Rp200 juta untuk mengembangkan usaha di Pasar Pagi Palembang.

PALEMBANG — Perjalanan usaha Sunai Eva tak selalu mulus. Selama delapan tahun berjualan pakaian, alat tulis, hingga sembako, ia kerap dihimpit persaingan harga dan keterbatasan modal. Titik balik terjadi pada 2021 ketika ia memutuskan mengajukan KUR ke BRI Unit Lingkaran di bawah BRI Branch Office Palembang Arivai.

“Saya memilih KUR BRI karena bunganya rendah, prosesnya cepat, mudah, dan tanpa agunan,” kata Sunai Eva, warga Palembang, baru-baru ini.

Modal Segar untuk Stok Barang dan Harga Lebih Kompetitif

Dana KUR langsung ia putar untuk menambah stok barang. Dengan kemampuan membeli dalam jumlah lebih besar, Sunai Eva bisa menawarkan harga yang lebih miring dibanding pedagang lain. Variasi produk pun bertambah, membuat pelanggan semakin ramai berdatangan ke lapaknya di Pasar Pagi Macan Lindungan.

“Kalau modal dikelola dengan baik, usaha juga akan terus bertumbuh,” ujarnya, menegaskan pentingnya disiplin mengatur keuangan.

Tak berhenti di situ, BRI kemudian menawarkan Sunai Eva menjadi BRILink Agen. Layanan ini memungkinkan tokonya melayani transaksi perbankan—mulai tarik tunai, transfer, hingga pembayaran tagihan—bagi warga sekitar. Hasilnya, warungnya tak hanya ramai pembeli sembako, tapi juga warga yang butuh layanan perbankan.

“Masyarakat datang bukan hanya untuk berbelanja, tetapi juga melakukan berbagai transaksi perbankan, sehingga usaha menjadi semakin ramai dan pendapatan pun ikut bertambah,” tambah Sunai Eva.

BRI Tak Cuma Kasih Pinjaman, tapi Juga Pelatihan

Selama menjadi nasabah, Sunai Eva mengaku mendapat pendampingan usaha. Pelatihan mencakup pengelolaan keuangan, strategi pemasaran, hingga digitalisasi UMKM lewat pemanfaatan QRIS, marketplace, dan aplikasi BRImo. Ia juga diajak mengikuti pameran dan bazar untuk memperluas pasar.

“Berbagai bentuk pendampingan tersebut memberikan nilai tambah yang membantu pelaku UMKM berkembang secara lebih berkelanjutan,” imbuhnya.

Plafon KUR Naik ke Rp200 Juta Berkat Rekam Jejak Sehat

Konsistensi dalam mengelola usaha dan memenuhi kewajiban pembiayaan membuat BRI meningkatkan plafon KUR yang bisa diakses Sunai Eva hingga Rp200 juta. Angka ini menjadi bukti bahwa skala usaha mikro bisa naik kelas jika dikelola dengan benar.

“Jangan takut melangkah dan memperbesar skala usaha. KUR BRI hadir dengan bunga yang sangat rendah dan bersubsidi, khusus untuk membantu kita yang punya kemauan tapi terbatas modal. Ambil peluangnya, disiplin kelola keuangannya, dan saksikan usaha kita naik kelas,” pesan Sunai Eva.

Pemimpin Kantor Cabang BRI Palembang A. Rivai, Agus Herman Pribadi, menyebutkan bahwa hingga Juni 2026, BRI Kantor Cabang Palembang A. Rivai telah menyalurkan KUR sebesar Rp14,093 miliar kepada 14.363 debitur. Pihaknya juga terus memperkuat pemberdayaan UMKM lewat program pendampingan dan pengembangan kapasitas usaha.

Reporter: Burhanuddin Yahya
Sumber: sumselindependen.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top