PWI Sumsel Gelar Yasinan Bersama untuk Jaga Kekompakan dan Soliditas Pengurus di Tengah Tantangan Jurnalistik

Penulis: Nopriansyah Putra  •  Sabtu, 04 Juli 2026 | 08:46:31 WIB
Pengurus dan anggota PWI Sumsel menggelar yasinan bersama untuk memperkuat solidaritas.

PALEMBANG — Puluhan pengurus dan anggota PWI Sumatera Selatan duduk bersila di lantai ruang sekretariat, Jumat siang. Suara lantunan ayat suci menggema di ruangan sederhana itu. Bukan sekadar tradisi, yasinan bersama ini sengaja digelar untuk merawat soliditas di tengah tekanan profesi yang kian berat.

Mengapa Kekompakan Menjadi Isu Krusial bagi Wartawan?

Anwar Rasuan yang mewakili Ketua PWI Sumsel Kurnaidi, ST, mengatakan tantangan di lapangan semakin kompleks. Dilema etika, tekanan deadline, hingga ancaman keselamatan menjadi bagian dari keseharian wartawan.

“Kita menyadari situasi saat ini semakin banyak tantangan dan dilema yang terjadi di lapangan. Karena itu kita mengajak seluruh jajaran pengurus dan anggota PWI Sumsel untuk terus menjaga kekompakan dan soliditas dalam pelaksanaan tugas jurnalistik,” ujar Anwar di hadapan peserta.

Yasinan Bukan Sekadar Seremonial, tapi Bekal Mental dan Spiritual

Ketua PWI Peduli Sumsel Rofei Husein menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang lebih dari sekadar ritual tahunan. Ia menyebut pembacaan Surat Yasin bersama adalah wujud rasa syukur dan permohonan kekuatan agar insan pers tetap amanah.

“Pembacaan Surat Yasin bersama merupakan wujud rasa syukur kami atas segala rahmat dan perlindungan yang telah Allah berikan kepada keluarga besar PWI Sumatera Selatan. Selain itu, momen ini kami jadikan sarana mempererat ukhuwah, menyatukan visi, serta memohon kekuatan agar senantiasa diberi kebijaksanaan dalam menjalankan tugas jurnalistik yang amanah,” tegas Rofei.

Menurutnya, kebersamaan antar sesama wartawan adalah fondasi utama menjaga eksistensi organisasi. Semakin erat tali persaudaraan, semakin kokoh pula PWI dalam membela kepentingan profesi dan berkontribusi bagi Sumsel.

Apakah Kegiatan Ini Akan Menjadi Agenda Rutin?

Anwar Rasuan berharap yasinan bersama bisa menjadi agenda tetap PWI Sumsel. Ia menilai kegiatan ini memiliki banyak manfaat, baik dari sisi ibadah maupun penguatan hubungan internal.

“Kita sangat mengapresiasi PWI Peduli Sumsel yang telah menggagas kegiatan ini. Kita berharap kegiatan ini dapat terus dilakukan, karena selain bernilai ibadah, juga dapat mempererat kekompakan sesama anggota dan pengurus PWI,” cetusnya.

Dewan Kehormatan: Insan Pers Butuh Ketangguhan Mental dan Spiritual

Ketua Dewan Kehormatan (DKP) PWI Sumsel Oktaf Riady memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif PWI Peduli. Menurutnya, wartawan dituntut memiliki ketangguhan mental, moral, dan spiritual agar tetap tegak di tengah berbagai tantangan.

“Menyampaikan kebenaran membutuhkan hati yang tenang dan niat yang lurus. Kegiatan seperti ini adalah bekal terbaik bagi kita semua untuk tetap rendah hati, berintegritas, dan senantiasa saling menguatkan satu sama lain,” tandas Oktaf.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin H Afdal Ajmi Djambak. Doa dipanjatkan untuk keselamatan, kemudahan, dan keberkahan bagi segenap insan pers serta keluarga besar PWI Sumatera Selatan.

Reporter: Nopriansyah Putra
Sumber: suarasumsel.net This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top