Kebakaran Hutan di OKI Masuk Hari Ketiga, Manggala Agni Kerahkan 73 Kali Water Bombing untuk Padamkan 6 Hektare Gambut

Penulis: Nasrul Effendi  •  Minggu, 05 Juli 2026 | 14:44:31 WIB
Tim Manggala Agni terus lakukan pemadaman kebakaran hutan gambut di OKI hari ketiga.

PALEMBANG — Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di OKI memasuki hari ketiga dengan skala penuh. Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, menyatakan bahwa seluruh personel Manggala Agni masih disiagakan di lokasi untuk menuntaskan sisa titik api.

"Karhutla di Pedamaran Timur, OKI, belum clear dan harus dituntaskan. Personel Manggala Agni masih full team tiga regu agar cepat tuntas pada hari ini," kata Ferdian di Palembang, Sabtu.

Water Bombing 73 Kali, 292 Ribu Liter Air Disiramkan

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumatera Selatan, Sudirman, mengungkapkan bahwa dua helikopter pengebom air telah dikerahkan sejak hari pertama. Hingga Jumat (3/7) sore, kedua helikopter telah melakukan 73 kali penyiraman dengan total volume air mencapai 292 ribu liter.

"Upaya pemadaman terus dilakukan hingga hari ketiga melalui jalur darat dan udara. Helikopter water bombing dikerahkan untuk membantu mempercepat proses pemadaman," ujar Sudirman.

Empat Hektare Berhasil Dipadamkan, Asap Mulai Menipis

Dari total lahan gambut yang terbakar, sekitar empat hektare telah berhasil dipadamkan. Meski demikian, kondisi di lokasi masih berasap sehingga proses pendinginan dan pemantauan terus dilakukan secara ketat.

"Hingga Jumat sore, kondisi asap di lokasi mulai menipis dibandingkan saat awal kebakaran. Tim di lapangan kini memusatkan upaya pada pemadaman sisa titik api dan pembasahan menyeluruh di lahan gambut agar api tidak kembali muncul," kata Ferdian.

Pemadaman Darat dan Udara Berjalan Bersamaan

Operasi pemadaman dilakukan secara terpadu melalui jalur darat dengan melibatkan tim gabungan Manggala Agni. Dukungan dari udara menggunakan helikopter pengebom air terus dikerahkan untuk mempercepat pendinginan pada titik-titik api yang masih aktif sekaligus mencegah kebakaran meluas ke area lain.

Sudirman menambahkan bahwa proses pemadaman dengan helikopter water bombing akan tetap dilakukan jika masih terdapat potensi api yang meluas. "Proses pemadaman dengan helikopter water bombing juga akan dilakukan jika masih terdapat potensi api meluas," katanya.

Kebakaran lahan gambut di OKI ini menjadi perhatian serius karena karakteristik gambut yang sulit padam dan rawan muncul kembali meski permukaan sudah tidak terlihat api. Tim di lapangan terus melakukan pembasahan menyeluruh untuk memastikan api benar-benar padam.

Reporter: Nasrul Effendi
Sumber: sumsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top